Berita

Dunia

Pasca Gempa, Operator Wisata Nepal Minta Saran Ahli Geologi Soal Jalur Pendakian

RABU, 27 MEI 2015 | 10:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Operator-operator pariwisata di Nepal berupaya mencari bimbingan dari para ahli internasional, termasuk ahli geologi untuk merekomendasikan sejumlah jalur pegunungan dan pendakian yang aman di negara tersebut.

Para operator pariwisata itu ingin mengamankan penilaian ahli geologi terkait dengan peningkatan resiko jalur pendakian pegunungan yang timbul pasca gempa mengguncang Nepal bulan lalu.

"Sebelum kami mengumumkan bahwa daerah yang dilanda gempa aman sebagai tujuan wisata, kami bertekad untuk mendapatkan laporan penilaian dari ahli geologi internasional dan ahli lain yang akan mengunjungi tanah," kata Presiden Asosiasi Agen Trekking Nepal Ramesh Dhamala.


"Sebelum para ahli mengatakan bahwa daerah tersebut tidak lagi berpotensi gempa, kita tidak akan melakukan bisnis ini," sambungnya seperti dilansir BBC.

Ia pun menambahkan bahwa pihaknya akan merekomendasikan kepada pemeirntah untuk secara tertulis melarang dibukanya kembali jalur pendakian sebelum tim ahli membuat penilaian pasti.

Hal itu dilakukan karena para operator pariwisata Nepal khawatir bila wisatawan diperbolehkan untuk mengunjungi daerah yang dilanda gempa dalam keadaan yang tidka pasti, dan jika terjadi bencana serupa, maka pariwisata Nepal akan semakin terpuruk.

Perlu diketahui, salah satu sektor yang memberikan kontribusi pemasukan anggaran negara di Nepal adalah pariwisata. Berbeda dari negara lainnya, jenis pariwisata yang ternama dari Nepal adalah pendakian gunung. Objek pariwisata yang paling disoroti dari Nepal adalah pendakian ke gunung Everest. Pada tahun 2013 lalu saja, ada hampir 800 ribu wisawatan mengubnjungi Nepal.

Pasca diguncang gempa, sektor pariwisata Nepal juga ikut lesu, terlebih karena pada saat gempa terjadi, banyak korban berjatuhan dari jalur pendakian.

Sejumlah tujuan wisata di Nepal saat ini juga masih berpotensi longsor karena amsih ada gempa susulan yang membuat keadaan pegunungan belum stabil. Di antara wilayah jalur pendakian yang belum stabil adalah Manasalu, Langtang, Rolwaling, dan Helambu. Namun ada juga kekhawatiran bahwa Annapurna dan Everest juga belum stabil. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya