Berita

Politik

Kata Idrus Marham, Islah Terbatas Diteken Pekan Ini

SELASA, 26 MEI 2015 | 19:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gagasan islah terbatas yang ditawarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah diparaf oleh kedua kubu yang berseteru, baik kubu Agung Laksono maupun kubu Aburizal Bakrie.

Kesepakatan yang tercapai ini menjadi jalan terang bagi Golkar untuk bisa ikut di Pilkada Serentak.

Sekjen DPP Golkar versi Munas Bali Idrus Marham mengatakan bahwa kesepakatan nantinya akan ditandatangani secara resmi, paling lambat pada hari Minggu (31/5). Setelah itu, kedua belah pihak bisa membicarakan teknis pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).


"Tentu penandatanganan minggu ini, paling lambat hari Minggu. Jadi, sebelum Senin tentu diharapkan pendatanganan kesepakatan bersama untuk islah, terutama pastikan Golkar dapat ikuti pilkada," ungkapnya saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Selasa, 26/5).

Pasca islah terbatas disepakati, lanjut Idrus, kedua pihak akan melakukan penjaringan terhadap nama-nama kader yang akan maju sebagai calon kepala daerah di seluruh Indonesia. Proses penjaringan itu diyakini Idrus akan mengikuti seluruh mekanisme UU partai politik.

"Kenapa harus mengacu aturan, karena tentu kita ingin membuat kesepakatan islah yang betul-betul komprehensif dan yuridis formal, dapat dipertanggungjawabkan," tegas Idrus.

Idrus menambahkan, upaya islah yang dilakukan demi memperjuangkan hak-hak kader Golkar yang akan maju di Pilkada serentak. Diharapkan, islah terbatas menjadi solusi ampuh untuk mengatasi konflik berkepanjangan antara dua kubu.

"Karena itu, kita berkomitmen, apapun caranya harus jamin kepastian Golkar ikut pilkada gelaran pertama di 2015. Dalam rangka itu maka satu persoalan harus diselesaikan oleh Golkar sendiri," tandasnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya