Berita

ilustrasi/net

Dunia

Gelombang Panas di India Tewaskan 500 Orang

SELASA, 26 MEI 2015 | 12:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gelombang panas dengan suhu bisa mencapai 48 celcius yang tengah menyapu India saat ini tercatat telah menewaskan setidaknya 500 orang.

Sebagian besar kasus kematian akibat gelombang panas terjadi di wilayah selatan India, seperti Telangana dan Andhra Pradesh dengan total 140 kematian sejak akhir pekan lalu.

Wilayah yang paling parah terkena dampak gelombang panas adalah wilayah Andhra Pradesh di mana 246 orang telah meninggal akibat suhu tinggi dalam seminggu terakhir. Suhu tertinggi di wilayah tersebut bisa mencapai hingga mencapai titik 48 celsius. Sedangkan di ibukota New Delhi, suhu bisa mencapai 44 derajat celcius.


"Sebagian besar korban adalah orang-orang yang telah terkena sinar matahari secara langsung, biasanya berusia 50 ke atas dan merupakan kelas pekerja," begitu kata komisaris khusus departemen manajemen bencana Andhra Pradesh P Tulsi Rani.

Pemerintah setempat pun telah mengeluarkan seruan agar masyarakat tetap tinggal di dalam rumah dan minum lebih banyak cairan demi menghindari dehidrasi.

"Kami meminta mereka untuk mengambil tindakan pencegahan seperti menggunakan payung, menggunakan topi, mengkonsumsi banyak besar cairan seperti air dan buttermilk, dan mengenakan pakaian katun," tambahnya.

Gelombang panas itu sendiri telah mulai terjadi di India sejak pertengahan April lalu, namun sebagian besar kasus kematian terjadi dalam kurun waktu seminggu terakhir.

Departemen meteorologi setempat, memperkirakan bahwa gelombang panas masih akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan.

"Tidak ada bantuan yang bisa diharapkan di Andhra Pradesh, Telangana, Delhi dan negara bagian lainnya selama empat hari ke depan, dan gelombang panas akan terus berlanjut," kata seorang pejabat meteorologi seperti dimuat BBC (Selasa, 26/5).

Ia menambahkan, penyebab terjadinya gelombang panas itu adalah karena kurangnya hujan.

Langkah lain yang diambil pemerintah setempat adalah dengan menonaktifkan taxi non-ac selama lima jam di siang hari. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya