Berita

fuad bawazir

Bank Dunia Pasti Sempoyongan Bila Indonesia Tak Ngutang Lagi

SELASA, 26 MEI 2015 | 07:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sementara pihak ada yang menyarankan agar Indonesia keluar dari keanggotan Bang Dunia, lebih-lebih setelah Bank Dunia manawarkan kredit baru sevesar 11 miliar dolar AS.

Menurut mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Indonesia tidak perlu keluar dari Bank Dunia, tapi cukup tidak mengambil utang baru. Dengan cara tak mengambil utang baru itu, maka Bank Dunia pasti akan sempoyongan.

Pada hakikatnya, Fuad menjelaskan, ada tiga kelompok anggota di Bank Dunia. Pertama, adalah anggota yang "menyetir Bank" Dunia seperti negera-negara maju, terutama Amerika Serikat (AS). Kedua, adalah negara klien, yang terdiri dari sekitar 20 sampai dengan 30 negara, termasuk di dalamnya Indonesia. Ketiga, adalah negara yang tidak masuk katagori keduanya alias hanya anggota "pergaulan" saja.


"Hampir semua klien Bank Dunia adalah negara-negara yang di kenal sarat korupsi seperti Indonesia, Pakistan, Mesir, Nigeria, Kenya, Nigeria dan Bangladesh. Dan memang Bank Dunia praktis hanya bisa hidup di negara-negara yang sarat korupsi sehinga mudah didikte. Jadi bohong belaka bila dibilang Bank dunia anti-korupsi," ungkap Fuad Bawazier kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 26/5).

Negara-negara yang bebas korupsi, sambung Fuad, umumnya tidak mau berurusan dengan Bannk Dunia. Dengan demikian, bila Bank Dunia tidak ada lagi kliennya, maka tutuplah Bank Dunia, dan itulah yang paling ditakutinya.

"Makanya Indonesia sebagai negara nasabah besar dan loyal akan dipeliharanya selama mungkin, agar jangan sampai lepas. Semoga Jokowi dapat menyadarkan para ekonom pemerintah yang umumnya sudah keblinger dengan Bank Dunia," demikian Fuad. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya