Berita

ilustrasi

Kementan Cetak 1.700 Pengusaha Penggilingan Padi

SELASA, 26 MEI 2015 | 04:39 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pertanian bertekad mencetak 1.700 pengusaha khusus penggilingan padi untuk memudahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) menyerap padi milik petani. Pengusaha-pengusaha ini nantinya didorong meningkatkan kualitas padi petani.

Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Yusni Emilia Harahap, mengatakan Kementan menargetkan tahun ini produksi padi mencapai 73,4 juta ton. Hanya saja, usaha mencapai target terkendala masalah di lapangan mulai rendahnya kualitas rendaman padi hingga tingkat kehilangan padi di penggilingan.

"Permasalahan umum ini rendamannya masih rendah rata-rata di bawah 60 persen, tingkat loses-nya juga tinggi. Jika ini kita perbaiki ada harapan bisa berkontribusi selamatkan kurang lebih 3 juta ton beras," kata Yusni saat memberikan sambutan Bimbingan Teknis Agro Industri Tanaman Pangan di Bogor, Senin (25/5).


Untuk itu, Kementerian Pertanian melakukan upaya khusus  mencetak 1.700 pengusaha agro industri membangun agro industri di pedesaan alias site manager. "Khusus sekarang site manager penggilingan padi skala kecil karena memang program perbaikan penggilingan padi skala kecil menjadi prioritas yang dibenahi mulai 2015," jelasnya.

Adapun pembekalan yang diberikan, sangat padat. Mulai pemahaman mengenai agroindustri tanaman pangan, manajemen kelompok, pokok fungsi site manajer, kewirausahaan, dan pemasaran, hingga tekonologi zero waste, yakni memanfaatkan hasil limbah padi seperti sekam dan jerami.

Kementan sendiri mengalokasikan bantuan alat mesin giling sebanyak 1380 unit kepada gapoktan seluruh Indonesia. Dari bantuan ini diharapkan problem turunnya kualitas padi petani yang menyebabkan Bulog enggan membeli beras dari petani bisa teratasi. [zul]

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya