Berita

hatta rajasa/rmol

Politik

Hatta Rajasa: (Faisal Basri) Memfitnah, Larangan Ekspor Bauksit Perintah UU!

SENIN, 25 MEI 2015 | 21:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa membantah tuduhan ekonom yang juga mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri.

Hatta menegaskan tuduhan Faisal bahwa dirinya berperan besar dibalik keluarnya kebijakan larangan ekspor bauksit sebagai fitnah.

"Saya ingin menjelaskan mengenai fitnah saudara Faisal Basri kepada saya tentang "Kacau Balau Industri Bauksit Kita".Tidak benar saya selaku Menko membuat kebijakan melarang ekspor mineral bauksit," kata Hatta dalam akun twitternya, @hattarajasa sesaat lalu, Senin (25/5) malam.


Hatta menjelaskan pelarangan ekspor mineral mentah adalah perintah UU Nomor 4 Tahun 2009. Pelarangan yang dimaksudkan dalam UU tersebut bahwa mineral mentah harus diproses dan dimurnikan di dalam negeri. Ditegaskan Hatta, setelah disahkan DPR, UU tersebut harus dijalankan selambat-lambatnya 12 Januari 2014.

"Sebagai Menko, adalah kewajiban saya untuk memastikan bahwa UU tersebut dapat dijalankan," kicau Hatta lagi.

Hatta juga membantah fitnah Faisal yang menyebut Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 yang melarang ekspor bauksit terbit didasari permintaan perusahaan aluminium terbesar Rusia, UC Rusal. Hatta menegaskan bahwa Permen ESDM yang terbit pada tanggal 12 Januari 2014 itu sepenuhnya urusan Menteri ESDM.

"Peraturan teknis terkait itu menjadi wewenang Kementerian ESDM," kata Hatta.

Hatta mengatakan bahwa pengesahan UU Nomor 4 Tahun 2009 mendapat dukungan positif masyarakat. Sebab dengan UU tersebut, Indonesia mengakhiri era hanya menjual bahan mentah ke luar.

Diakui Hatta, ketika itu pemerintah banyak mendapat tekanan dari pihak asing agar UU tersebut tidak diberlakukan.

"Tapi kita tetap konsisten menjalankan UU itu," demikian Hatta.

Hatta mengatakan, dirinya perlu menyampaikan klarifikasi atas tuduhan Faisal agar masyarakat memahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Penjelasan ini tentu baik bagi masyarakat, untuk mengetahui duduk masalahnya," paparnya.

Sebelumnya, Faisal Basri menyebut Hatta Rajasa sebagai biang keladi kekacauan industri bauksit nasional saat ini. Menurut dia, pada awal 2014 lalu peranan Hatta melarang ekspor bauksit sangat besar. Larangan itu seiringi munculnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 terbit pada tanggal 12 Januari 2014.

Faisal yang berbicara di dalam acara Kompasiana Seminar Nasional bertema "Kondisi Terkini, Harapan dan Tantangan di Masa Depan Industri Pertambangan Bauksit dan Smelter Alumina Indonesia" di Jakarta, Senin (25/5), mengatakan aturan yang didalangi Hatta itu membuat industri bauksit nasional hancur lantaran semua perusahaan bauksit tak lagi diperbolehkan mengekspor bauksit yang merupakan bahan mentah pembuatan aluminium.

Seperti diberitakan Kompas.com, Faisal mengatakan pelarangan ekspor bauksit dibuat Hatta atas permintaan perusahaan aluminium terbesar Rusia, yaitu UC Rusal, yang saat itu berencana menanamkan investasinya di Indonesia untuk membuat pabrik pengolahan bauksit (smelter alumina) di Kalimatan.

Akibat pelarangan ekspor bauksit itu, kata Faisal, sebanyak pasokan 40 juta ton bauksit dari industri nasional untuk dunia internasional menghilang. Dampaknya, kata dia, harga alumina Rusal di dunia internasional melonjak.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya