Berita

Pembekuan PSSI Mau Direvisi, Ini Kata La Nyalla

SENIN, 25 MEI 2015 | 20:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana merevisi Surat Keputusan Pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Apa reaksi Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti?

"Hari ini sudah ada putusan sela PTUN yang menerima permohonan kita. Semuanya tidak boleh bergerak sampai ada keputusan inkrah," kata La Nyalla dalam talkshow di salah satu stasiun televisi swasta nasional, Senin (25/5).

Dalam putusan sela, hakim PTUN memutuskan menerima gugatan yang dimohonkan PSSI. Dalam putusannya hakim menyatakan Surat Keputusan Menpora  Imam Nahrawi soal pembekuaan PSSI ditunda hingga ada putusan pengadilan.


Merujuk hal itu, kata La Nyalla mengingatkan, maka Kemenpora saat ini tidak bisa mengotak-atik SK pembekuan PSSI. Revisi ataupun pencabutan terhadap SK pembekuan PSSI tidak bisa dilakukan hingga keluar putusan tetap.

"Sebaiknya (Kemenpora) mengikuti putusan itu," imbuh dia.

Sebaliknya, La Nyalla memperingatkan Kemenpora untuk menunggu putusan selanjutnya dari PTUN. Dia menegaskan akan menerima apapun nanti keputusannya. Begitu pun sebaliknya, Kemenpora juga harus bisa menerima.

"Kalau pengadilan menetapkan SK pembekuan ada, kita hormati. Tapi kalau tidak ada, tentu secara otomatis tidak berlaku," demikian La Nyalla.

Rencana revisi SK pembekuan PSSI mengemukan usai pertemuan mediasi antara Kemenpora dan PSSI oleh Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, pagi tadi. JK meminta Menpora mencabut pembekuan PSSI, namun akhirnya opsi kompromistis yang diterima Kemenpora adalah merevisi SK pembekuan PSSI.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya