Berita

Kemenpora Sebut Banyak Perjudian di PSSI

SENIN, 25 MEI 2015 | 19:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kisruh antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ternyata juga menarik perhatian mahasiswa.

Setidaknya, hal itu nampak dalam Kuliah Umum bertajuk "Meneguhkan Peran Pemuda sebagai Penggerak Revolusi Bangsa" di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Senin, 25/5).

Dalam acara ini, salah seorang mahasiswa yang menjadi penanya kuliah umum menanyakan perihal kisruh tersebut. Mahasiswa asal FISIP UIN Jakarta itu menuntut agar Kemenpora segera mengakhiri kisruh ini, lantaran masyarakat sudah merindukan menyaksikan klub kesayangan mereka berlaga.


Menanggapi hal itu, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan yang mewakili Menteri Imam di acara tersebut mengatakan bahwa Kemenpora sejatinya hanya ingin memperbaiki persepakbolaan Indonesia.

"Kasus ini harus didalami lebih mendalam. PSSI ini punya Indonesia, mengapa saat pemerintah ingin memperbaiki, malah FIFA ikut-ikutan dalam perguliran persepakbolaan Indonesia?" jawabnya.

Imam menjelaskan bahwa ada banyak yang tidak beres dalam PSSI. Salah satunya adalah kepentingan perjudian yang dijalankan mafia melalui induk sepakbola Indonesia itu.

"Kasus ini harus didalami. Ada beberapa berbenturan. Kepentingan perjudiannya banyak sekali," sambungnya.

Lebih lanjut, Imam yakin bahwa perbaikan yang dilakukan Kemenpora ini akan menjadikan persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik.

"Asalkan reformasi perbaikan ini bisa berjalan baik juga," lanjut Imam.

"Adik-adik tau tidak berapa gaji pengurus PSSI, yang tingkat bawah saja. Kalau kalian tahu pasti berhenti kuliah dan langsung mendaftar ke PSSI. Tapi coba pikirkan bagaimana menagih prestasi PSSI? Itu susahnya luar biasa," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya