Berita

Dunia

Inikah Bukti Bantuan Kemanusiaan Digunakan untuk Foya-foya

MINGGU, 24 MEI 2015 | 20:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah foto yang beredar di dunia maya menjadi buah bibir serta diduga merupakan bukti dan jawaban dari pertanyaaan yang selama ini berkembang luas: benarkah bantuan kemanusiaan untuk pengungsi di Kamp Tindouf malah digunakan aktivis Polisario untuk hidup berfoya-foya.

Foto yang beredar itu memperlihatkan aktivis Polisario yang berada di Brussels, Belgia, sedang berkumpul dalam sebuah pertemuan yang santai, sementara botol-botol minuman keras terletak di sebuah meja.

SaharaNews.Org melaporkan, pemerhati dari Belgia mengomentari foto itu dan mengatakan bahwa foto itu adalah bukti nyata bagaimana pemimpin Polisario menggunakan dana yang dikirimkan dinas intelijen Aljazair yang sedianya untuk para pengungsi.


"Pajak yang dibayarkan warganegara Aljazair digunakan untuk menjamu pesta mabuk-mabukan aktivis Polisario dan kelompok Barat pendukung mereka," tulis SaharaNews.Org dalam laporannya.

"Beberapa pihak mengatakan bahwa aktivis Polisario baru saja merayakan Republik Sahrawi. OK. Tetapi apakah mereka tidak bisa merayakannya dengan teh, soda atau minuman halal lain?"

Jurnalis dari Brussels mengatakan, gambar yang memperlihatkan botol-botol minuman keras itu merupakan sebuah skandal.

Belakangan ini, kata sang jurnalis, Polisario mengeluhkan bantuan kemanusiaan yang berkurang dari berbagai lembaga kemanusiaan. Polisario kepada Palang Merah meminta agar lembaga-lembaga kemanusiaan kembali mengurimkan bantuan untuk para pengungsi yang berada di Kamp Tindouf di Aljazair.

Diingatkan bahwa awal tahun ini Lembaga Anti Penyimpangan Eropa (OLAF) mempublikasikan temuan mereka mengenai bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Kamp Tindouf yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Baru-baru ini pimpinan Polisario kembali meminta bantuan kemanusiaan senilai 10 juta dolar AS untuk mengatasi kebutuhan pangan pengungsi.

"Tetapi, semua orang tahu bantuan kemanusiaan itu sering kali disalahgunakan petinggi Polisario," demikian SaharaNews.Org. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya