Berita

basuki tjahja purnama/net

Politik

Publik: Pimpin Jakarta, Ahok Cukup Sampai 2017

MINGGU, 24 MEI 2015 | 18:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat hingga saat ini cukup puas dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Namun, mayoritas masyarakat menganggap Ahok, demikian sang gubernur disapa, cukup memimpin ibukota sampai masa tugasnya berakhir tahun 2017 nanti.

Hal tersebut setidaknya tercermin dari hasil survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang digelar akhir April lalu.


Hasil survei KedaiKOPI menyebutkan bahwa saat ditanya apakah akan memilih Ahok lagi sebagai gubernur, 43% responden menyatakan tidak akan memilih lagi walaupun 34% menyatakan akan memilih lagi sementara sisanya tidak menjawab.

"Ahok meraih level cukup puas sebesar 42,3%, kurang puas 35%, tidak puas sama sekali 10%, sangat puas 7,7% sementara sisanya sebanyak 5% tidak menjawab," kata Jurubicara Kedai Kopi, Hendri Satrio, kepada redaksi, Minggu (24/5).

Dia menjelaskan masyarakat mengapresiasi pelayanan publik yang cepat selama kepemimpinan Ahok. Sebanyak 53,1% responden puas dalam layanan publik, sementara 42,3% tidak puas pada kecepatan pelayanan publik.

Pekerjaan rumah terbesar Ahok adalah mengatasi kemacetan dan menyelesaikan banjir. Ketidakpuasan responden sangat besar di dua hal ini.

Ketidakpuasan dalam mengatasi kemacetan mencapai 85% sementara ketidakpuasan dalam menyelesaikan banjir mencapai 75,8%.

"Tidak mudah menyelesaikan banjir dan kemacetan, namun bila ingin ada perubahan, Ahok bisa berkonsentrasi pada perbaikan kinerja pelayanan publik di Jakarta," demikian Hendri.

Survei dilakukan terhadap 450 responden dengan Margin of Error (MoE) +/- 4,62% pada tingkat kepercayaan 95%. Pemilihan sample dilakukan secara acak (probability sampling) menggunakan metode sample acak bertingkat (multistage random sampling) dengan memperhatikan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kota. Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah kelurahan.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya