Berita

android/net

Dunia

Riset: Data di Perangkat Android tak Sepenuhnya Hilang Walau Dikembalikan ke Setelan Pabrik

MINGGU, 24 MEI 2015 | 16:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bagi anda pengguna smartphone dengan sistem operasi Android sepatutnya waspada. Pasalnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa informasi dan data pribadi yang disimpan tidak bisa sepenuhnya hilang kendati dihapus dan dikembalikan ke setelal pabrik (factory reset).

Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University itu menunjukkan bahwa pesan teks, gampar, video, maupun email pribadi yang tersimpan di dalam perangkat android masih bisa dipulihkan bahkan setelah perangkat di atur ulang (reset) ataupun dikembalikan ke setelan pabrik.

Itu berarti, pemilik android yang memberikan perangkatnya ke orang lain atau menjualnya, memiliki resiko bahwa data pribadi mereka bisa sewaktu-waktu dibuka oleh pemilik baru perangkat tersebut.


Bukan hanya itu, pemilik baru perangkat android itu juga bahkan masih bisa mengakses aplikasi pihak ketiga (third party) yang sebelumnya pernah diinstal di perangkat tersebut. Diketahui bahwa saat ini banyak pengguna ponsel yang menyimpan informasi keuangan dan melakukan transaksi perbankan melalui beberapa aplikasi populer baik di perangkat tablet maupun smartphone android mereka. Hal itu berpotensi disalahgunakan oleh pemilik perangkat android yang baru.

Hal lain yang juga ditemukan oleh tim peneliti dalam penelitian yang sama adalah bahwa otentikasi Google memungkinkan layanan tersebut untuk mengakses layanan yang disinkronisasikan di sejumlah perangkat, termasuk Gmail, YouTube, dan setiap gambar atau video yang disimpan menggunakan layanan cloud Google.

Penelitian itu dilakukan dengan pengujian pada sejumlah perangkat android bekas yang dibeli di situs online, eBay dengan berbagai versi software android.

"Ekstraksi data dari perangkat yang dijual kembali adalah ancaman yang muncul saat lebih banyak pengguna membeli perangkan bekas (second)," kata tim peneliti dalam laporannya seperti dimuat Daily Mail (Sabtu, 23/5).

"Jika pengguna khawatir soal data mereka, mereka sebaiknya tidak menjual perangkat lama mereka dan menghentikan pembelian perangkat baru. Atau mereka juga bisa meng-upgrade perangkat mereka ke versi yang lebih baru, namun tetap waspada pada layanan dan aplikasi sensitif di perangkatnya," kata laporan yang sama. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya