Berita

ilustrasi penembakan/net

Dunia

Analisa: Dari Ribuan Kasus Penembakan Oleh Polisi Sejak 2005, Hanya 54 yang Dibui

MINGGU, 24 MEI 2015 | 15:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir ada ribuan kasus penembakan fatal yang disebabkan oleh pihak kepolisian Amerika Serikat. Namun, dari sekian banyak kasus yang terjadi itu, hanya 54 petugas polisi yang dijerat dengan hukuman.

Begitu analisa yang dilakukan oleh Washington Post dan peneliti dari Bowling Green State University. Mereka meneliti setiap polisi yang didakwa akibat penembakan fatal yang terjadi sejak tahun 2005 lalu.

"Untuk menjerat seorang perwira polisi dalam kasus penembakan fatal, dibutuhkan sesuatu hal yang mengerikan," kata salah seorang analis yang juga merupakan kriminolog dari Bowling Green State University Philip M. Stinson Seperti dimuat Press TV (Minggu, 24/5).


Hal yang mengerikan yang dimaksud adalah sejumlah faktor yang bisa membuat kasus tersebut berbeda, seperti, kasus penembakan korban dari belakaang, munculnya rekaman video insiden penembakan, atau penembakan orang tak bersenjata.

Analisa itu dilakukan dengan melibatkan sejumlah data, termasuk wawancara dan catatan publik.

Temuan lain dalam analisa tersebut adalah bahwa mayoritas polisi yang kasusnya diselesaikan dan dinyatakan bersalah, hanya mendapat hukuman rata-rata empat tahun penjata dan kadang hanya dipenjara dalam hitungan minggu.

Laporan analisa terbaru itu muncul di saat departeman kepolisian Amerika Serikat berada di bawah pengawasan publik pasca serangkaian kasus penembakan kontroversial, termasuk Michael Brown di Ferguson, Tamir Beras di Cleveland, dan Eric Garner di Staten Island. Semua korban merupakan keturunan afro-Amerika dan tidak bersenjata. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya