Berita

rn

Menpan RB Yuddy Chrisnandi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unas

SABTU, 23 MEI 2015 | 23:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Universitas Nasional (Unas) mengukuhkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi sebagai guru besar, Sabtu (24/5).

Mengambil disertasi Pembangunan Ekonomi Industri dan Kebijakan Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Yuddy menawarkan delapan jurus merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

Kedelapan jurus tersebut yakni; pertama, perlunya model kebijakan pemberdayaan ekonomi dari bawah ke atas. Kedua adanya dukungan dari semua lapis pemerintah yang terpadu dan dinamis. Ketiga, memberdayakan industri kecil dan menengah yang berbasis pada pemanfaatan potensi lokal.


Keempat, melihat pertumbuhan ekonomi bukan dari sisi keberhasilan pembangunan, melainkan digeser pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Kelima, perlu ada bank yang khusus mengelola uang petani, nelayan, buruh, serta pelaku usaha kecil. Keenam adalah mengeksplorasi energi terbarukan dan menekan kegiatan yang merusak lingkungan.

Lalu ketujuh, pemerintah perlu memiliki blueprint pembangunan industri jangka panjang untuk mengetahui arah pembangunan ekonomi industri. Dan terakhir, pembangunan ekonomi sangat ditentukan oleh seberapa bersih dan kuatnya pemerintah, tegasnya penegakan hukum, dan stabinya politik dalam negeri.

Penganugerahan gelar guru besar dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja dan anggota DPR. Hadir pula mantan Wapres Try Sutrisno, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kapolda Jabar Irjen M Iriawan dan sejumlah politisi diantaranya Efendi Simbolon.

Sementara itu ditanyakan terkait ijazah palsu dan reshuflle, Yuddy Chrisnandi menegaskan reshuflle kabinet merupakan hak presiden. Setiap menteri termasuk dirinya harus mematuhi bila dicopot atau dipindahtugaskan ke kementerian maupun tugas lainnya. Dikatakannya, presiden tentu memiliki catatan evaluatif terhadap menteri-menteri kabinetnya.

"Karena setiap hari beliau komunikasi dengan menteri-menterinya dan sudah mengetahui bagaimana kemampuan kinerja loyalitas menterinya. Jadi tinggal tunggu wktu saja, apakah bapak presiden melakukan penataan dalam waktu dekat atau setelah lebaran, atau tepat saat satu tahun pemerintahan, atau bagaimana," terang Yuddy.

Mengenai kemungkinan dirinya dipindahtugaskan, Yuddy menjawab dirinya akan bersikap legowo.

"Gak apa-apa, menteri itu harus bersykur pada saat dilantik dan harus ikhlas saat direshuffle. Kan pembantu presiden, yang mengetahui dan merasakan kepuasannya kan presiden. Jadi kalau ada seorang menteri direshuffle oleh presiden dia harus ikhlas dan menerima," urai Yuddy.

Soal ijazah, Yuddy memastikan sanksi penurunan pangkat akan dijatuhkan terhadap PNS yang kedapatan menggunakan ijazah palsu.

"Kalau dapat ijazah palsu sarjana (3A) itu ijazah terakhir apa kita turunkan langsung," kata Yuddy.

Sementara untuk pembeli ijazah yang ditipu tanpa sepengetahuan, misalnya ikut sekolah terbuka dan belajar secara sungguh-sungguh namun perguruan tinggi itu akhirnya diketahui ternyata bodong, maka perlu dites lagi.

"Kalau tidak dengan pengetahuannya dia tidak tahu kadang-kadang ditipu ikut sekolah terbuka belajar benar-benar tapi perguruan tinggi bodong, maka kita minta ujian penyesuaian," jelas Yuddy.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya