Berita

PENGUNGSI ROHINGYA

Mahasiswa Budha: Sikap Pemerintah dan Masyarakat Aceh Patut Diapresiasi

JUMAT, 22 MEI 2015 | 13:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan pemerintah dan masyarakat Aceh memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya yang terdampar di provinsi paling utara Republik Indonesia itu dinilai sudah tepat dan perlu diapresiasi.

Ribuan pelarian dari Myanmar dan Bangladesh itu sangat membutuhkan pertolongan. Dan sudah menjadi kewajiban setiap manusia mengulurkan tangan kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan.

Demikian disampaikan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) dalam keterangan beberapa saat lalu.


"Saat seperti ini,  rasa kemanusiaan memang harus diposisikan lebih tinggi daripada berbagai kepentingan dan prasangka, karena menyangkut nyawa manusia yang sangat mendesak," ujar Ketua Umum Hikmahbudhi Suparjo.

Pengungsian warga Rohngya ini menurutnya adalah wujud dari krisis kemanusiaan dan konflik ekonomi, kependudukan, sosial dan budaya.

Masyarakat Indonesia perlu memahami ini secara benar dan harus bersatu untuk bahu membahu agar masalah ini segera selesai, sehingga tidak terpancing tindakan yang merugikan kerukunan masyarakat kita sendiri,” sambungnya.

Hikmahbudhi meminta PBB melalui UNHCR tidak hanya mengecam, tetapi juga terlibat langsung menangani pengungsi yang sekarang ditampung sementara di Aceh.

UNHCR pun diminta untuk menyalurkan para pengungsi ke negara yang bersedia menampung.

Selain itu, pemerintah Indonesia harus mendorong ASEAN bersama Bangladesh agar berperan aktif dalam penyelesaian kasus kemanusiaan yang menyangkut Suku Rohingya.

"Pemerintah bisa menampung sementara yang sudah mendarat di wilayah Indonesia, tetapi masalah keuangan harus dibicarakan dengan Thailand, Malaysia, Myanmar dan Bangladesh," masih ujarnya.

Pada bagian lain Suparjo menambahkan pihaknya mendukung pemerintah Bangladesh melalui Dubes Bangladesh yang menyatakan dalam waktu dekat, akan memulangkan warga negaranya ke Bangladesh. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya