Berita

Dipo Alam/net

Wawancara

WAWANCARA

Dipo Alam: Selama Jadi Seskab, Saya Nggak Pernah Terima Surat Usulan Pembubaran Petral

JUMAT, 22 MEI 2015 | 08:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Petral memang sudah dibubarkan Presiden Jokowi, Rabu (13/5) lalu. Tapi tudingan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terus menjadi pergunjingan.

Apalagi SBY sudah memban­tah bahwa saat dirinya menjadi Presiden tidak pernah menerima surat mengenai usulan pembuba­ran Petral.

Pertanyaannya, siapa yang benar? Apa Sudirman Said berkata benar atau bohong dengan menyebutkan, saat pemerintahan SBY kerap kali upaya pembena­han mafia migas berhenti di meja kerja presiden.


Hal senada disampaikan Ketua Tata Reformasi Kelola Migas Faisal Basri. Wacana pembuba­ran Petral sebenarnya sudah digulirkan sejak Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipimpin Dahlan Iskan pada 2011, dan ketika Karen Agustiawan menjabat Direktur Utama Pertamina.

"Menteri ESDM terdahulu sampai Presiden intervensi," ujar Faisal, Minggu (17/5).

Benarkah demikian? Simak wawancara Rakyat Merdeka den­gan bekas Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam berikut ini:


Bagaimana ceritanya, kok bisa dikatakan upaya pem­bubaran Petral acapkali ber­henti di meja SBY?
Selama jadi Seskab, saya tidak pernah menerima surat dari siapapun, termasuk dari Dahlan Iskan mengenai usulan pem­bubaran Petral.

Kenapa Anda begitu yakin?
Tentu, karena bila ada surat dari menteri KIB II (Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II) mengenai sesuatu hal, apalagi mengenai kontroversi, saya akan membuat nota dinas kepada beliau (SBY) bahwa ini perlu dibahas di dalam kabinet ekonomi. Surat tidak pernah diterima, bagaimana kok seolah-olah berhenti di meja beliau mengenai Petral itu.

Setelah lama berdiri, kenapa sekarang Petral dibubarkan?
Ada perbaikan-perbaikan di pemerintahan sekarang, itu san­gat bagus. Tapi tidak boleh mengatakan bahwa itu ber­henti di meja SBY. Seolah-olah Petral dilindungi oleh beliau. Itu pengertian negatifnya.

Apa tepat pembubaran Petral?
Saya nggak tahu, nggak mendalaminya. Ini urusan pemerintah sekarang.

Andaikata sekarang diang­gap ada temuan oleh Menteri ESDM dan Satgas Mafia Migas, ya silakan. Itu memang kewajiban pemerintah untuk menertibkan bila dianggap ada kejanggalan.

Memangnya dulu tidak ada kejanggalan di Petral?
Selama saya menjabat, nggakpernah ada kontroversi itu dis­ampaikan kepada presiden se­cara resmi, sehingga tidak per­nah ada kajiannya. Tidak ada pengaduannya.

Apa mungkin pengaduan­nya berhenti di institusi atau lembaga lain?
Saya cek ke Pak Sudi (Sudi Silalahi, bekas Mensesneg) juga bilang nggak ada surat itu. Di Presiden juga nggak ada, di Seskab juga nggak ada. Bagaimana kok bisa dikatakan masalah itu di-stop di meja Pak SBY.

Kalau diterima pengaduan­nya, apa masalah itu dibahas?
Kalau kita terima, langsung kita bahas, sehingga bisa lang­sung diambil keputusan, apa dibubarkan atau tidak. Ini tidak ada kok suratnya. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya