Berita

sby/net

ISU MAFIA MIGAS

KPK, Polri dan Kejaksaan Harus Segera Memeriksa SBY

KAMIS, 21 MEI 2015 | 07:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Tuduhan Menteri ESDM Sudirman Said dan Tim Reformasi Tata Kelola Migas atau Pemberantasan Mafia Migas Faisal Basri kepada Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, terkait dengan mafia migas dan Petral merupakan tuduhan yang sangat serius. Lebih-lebih tuduhan ini dikeluarkan oleh pejabat resmi pemerintahan Jokowi.

"Dengan demikian ada dua hal yang harus dibuktikan. Pertama, tuduhan Petral memang merupakan sarang mafia migas. Kedua, tuduhan SBY adalah otak yang melindungi mafia migas. Jika kedua hal tersebut tidak dapat dibuktikan maka kredibilitas pemerintahan Jokowi dipertaruhkan," kata ekonom dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, beberapa saat lalu (Kamis, 21/5).

Menurut Salamuddin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri dan Kejaksanaan tidak boleh tinggal diam. Seluruh lembaga penegak hukum harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa memang Petral merupakan kandang mafia migas dan harus segera memeriksa SBY sebagai tertuduh komandan dari mafia migas tersebut.


"Jika lembaga hukum di bawah pemerintahan Jokowi ini gagal maka pemerintahan ini hanya akan dianggap masyarakat sebagai tukang memperkeruh suasana dan doyan menciptakan kekacauan politik," tegas Salamuddin.

Membuktikan secara hukum bahwa Pertral sarang mafia dan SBY adalah otaknya, lanjut Salamuddin, merupakan pertaruhan besar pemerintahan Jokowi. Keberhasilan membongkar mafia migas ini akan mengubah pandangan publik bahwa selama ini pemerintahan Jokowi hanya omong kosong.

"Publik tidak akan lagi menganggap bahwa pemerintahan Jokowi senang memancing di air keruh, dan didalam keruhnya air tersebut justru mafia baru disekitar penguasa bermunculan menggarong minyak," demikian Salamuddin. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya