Berita

yasonna laoly

Politik

KISRUH GOLKAR

Menteri Laoly Jilat Ludah Sendiri, Jokowi Ikut Mengamini?

KAMIS, 21 MEI 2015 | 04:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) menuding Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah menjilat ludahnya sendiri.

Yasonna mengajukan banding atas keputusan PTUN yang membatalkan SK pengesahaan kepengurusan Partai Golkar kubu Munas Ancol, padahal pada saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III di DPR beberapa waktu lalu berjanji tidak akan melakukannya.

"Itulah kenapa Yasonna telah menjilat ludahnya sendiri," kata Bendahara Umum Partai Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo dalam pesan elektronik yang dipancaluaskannya, Rabu (20/5) malam.


Bamoset, demikian ia disapa, mengatakan bau busuk dari sikap Menteri Yasonna sudah tercium sejak awal. Yasonna yang merupakan kader PDIP memanfaatkan kekuasaan yang diberikan negara untuk mengadu domba Partai Golkar. Hal yang sama dilakukan Yasonna terhadap PPP.

"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Kami mengingatkan kepada Laoly, bahwa sikapnya menzolimi Partai Golkar akan menjadi luka sejarah yang kami catat dengan tinta darah," tutur Bamsoet.

Menurut dia, Yasonna tidak bermain sendiri di balik kekisruhan Partai Golkar. Yasonna tidak akan berani, dan nyatanya grand skenario agar konflik Golkar terus terpelihara dapat dilihat secara kasat mata. Tujuan yang paling nyata adalah Golkar tidak siap dan tidak bisa ikut pilkada serentak Desember 2015 nanti.

"Kita tahu bahwa presiden telah meminta Laoly untuk tidak melakukan banding. Namun faktanya Laoly banding. Artinya selama tidak ada tindakan dari Presiden, kita menganggap presiden mengamini langkah Laoly," tukas Bamsoet.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya