Berita

ilustrasi/jpnn

Politik

Mahasiswa, Maukah Dihina dalam Sejarah?

KAMIS, 21 MEI 2015 | 03:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isu akan ada gerakan mahasiswa yang mengagendakan penggulingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei tidak terbukti.

Memang ada yang turun ke jalan, tapi hanya diikuti ratusan mahasiswa. Gelombang gerakannya tak seperti yang dibayangkan. Alih-alih itu, para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia malah memenuhi undangan Jokowi di Istana Negara.

Aktivis penggagas Komunitas Masyarakat Penyelamatan Indonesia (Kompi) Bursah Zanubi mengatakan telah terjadi pergeseran aktivisme pada diri mahasiswa sekarang ini.


"Sekarang kalau mau demo diskusi dulu di Istana, besok demonya sepi. Jadi yang geger sepinya," kata Bursah dalam pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Rabu (21/5).

Dulu, kata Bursah yang saat mahasiswa jadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mahasiswa kalau menghajar rezim tidak 'cipika-cipiki dengan Istana. Di zaman Hariman Siregar, Istana dihajar tanpa diskusi. Dunia pun geger.

"Waktu mahasiswa ini sangat singkat, sesudah itu lewat. Tidak ada waktu untuk mengulanginya lagi. Karena itu, bikin gemparlah waktu menjadi mahasiswa, atau Anda akan tercatat sebagai aktivis mahasiswa yang gemar diskusi di Istana," katanya.

Karena itulah Bursah berpesan, para mahasiswa dapat belajar dari para pendahulunya, jangan ragu untuk membuat geger dunia.

"Jadilah pengkritik yang jujur dan ikhlas. Sekalipun akan makan rumput, tapi Anda tidak bakal dihina dalam sejarah sebagai pengemis jabatan," tukasnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya