Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur Hidayat: Nawacita dan Trisakti Bisa Melenceng dalam Pelaksanaan

RABU, 20 MEI 2015 | 19:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. ‎Tugas pemuda Indonesia saat ini adalah mentransformasikan dari bangsa yang ingkar terhadap nikmat Tuhan, menjadi bangsa yang bersyukur atas nikmat Tuhan.

‎Demikian disampaikan tokoh aktivis Moh Jumhur Hidayat saat menyampaikan orasi dalam‎ mimbar bebas DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di kantor DPP KNPI, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Rabu, 20/5). ‎

‎Acara yang digelar dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2015‎ ini dihadiri organisasi kepemudaan, termasuk beberapa tokoh seperti Menteri Dalam Negeri yang juga mantan Ketua Umum DPP KNPI, Tjahjo Kumolo. 


‎‎Jumhur menegaskan, bukti pengingakaran terhadap nikmat Tuhan adalah bangsa Indonesia tidak serius dan tidak bersungguh-sungguh mengelola sumber daya alam kelautan yang begitu luas dan beragam. Tak heran bila mudah ditemui nelayan miskin papa yang serba kesulitan mensekolahkan anaknya dan kumuh.‎ 

‎Pun demikian, lanjut Jumhur, ‎bangsa Indonesia juga mengingkari nikmat Tuhan berupa suburnya tanah Indonesia. Sehingga di tanah, yang oleh Koes Plus digambarkan tongkat kayu dan batu bisa menjadi tanaman, ternyata mudah menemukan petani, yang juga miskin papa dan serba kesulitan. 

‎‎"Dua hal ini saja sudah membuktikan bahwa bangsa kita ingkar terhadap nikmat Tuhan," ungkap Jumhur, yang merupakan Koordiantor Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), salah satu elemen pendukung utama Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.  

‎‎Semua ini t‎erjadi, masih kata Jumhur, karena visi kepemimpinan nasional dalam beberapa dekade ini abai terhada penderitaan rakyat. Dan dalam konteks itulah, pemuda harus berpikir mengubah ini terlebih bila bisa tampil sebagai pemegang kebijakan. 

‎‎"Kita bersyukur bahwa rezim yang sekarang berkuasa setidaknya dalam ide berkehendak melaksanakan Trisakti dan Nawacita, walaupun pada pelaksannya bisa saja melenceng jauh dari konsepsi awalnya, ungkap Jumhur. ‎

‎Dalam kesempatan ini, Jumhur meminta kepada Tjahjo Kumolo untukmenyampaikan kepada mereka yang berkuasa berbahayanya melakukkan konsepsi food eatate 1 juta hektar di Papua, 500 ribu hektar di Kalimantan dan ratusan ribu hektar lainnya di berbagai daerah untuk membangun persawahan yang dimiliki korporasi, baik itu BUMN, swasta, maupun swasta asing, sementara rakyat hanya menjadi kuli-kuli bagi korporasi tersebut di atas tanahnya sendiri.

‎‎" Jelas ini bertentangan dengan trisakti dan nawavita yang ingin berdaulat dalam pangan, bukan semata swasembada pangan. Kedaulatan pangan itu bisa terjadi jika dan hanya jika petani berdaulat atas tanahnya, bukan menjadi kuli penghasil pangan!‎" demikian Jumhur. [ysa

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya