Berita

siti fadilah supari/net

Hukum

KPK Periksa Rekanan Siti Fadilah Supari

RABU, 20 MEI 2015 | 14:22 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) tahun anggaran 2007 di Kementerian Kesehatan. Kasus ini telah menjerat mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, kali ini penyidik memanggil pemilik PT Sulaksanan Watimsa Indonesia atas nama Cardiyan Hendiana Imik Suparmono.

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFS (Siti Fadilah Supari)," katanya di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (20/5).


PT Sulaksanan Watimsa Indonesia diduga kuat merupakan rekanan Kemenkes dalam proyek pengadaan alkes tersebut.

KPK sendiri telah resmi menetapkan Siti Fadilah Supari sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan antisipasi Kejadian Luar Biasa 2005 di Kementerian Kesehatan. Siti yang juga mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu diduga melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 junto pasal 15 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 56 ayat 2 KUHP.

Kasus ini sebelumnya sudah berjalan di Bareskrim Mabes Polri yang juga menetapkan Siti Fadilah sebagai tersangka karena diduga terlibat penyelewengan anggaran negara melalui proyek pengadaan alat kesehatan tahun 2005 senilai lebih dari Rp 15 miliar sekitar bulan April 2012 yang lalu. Kemudian kasus ini dilimpahkan kepada KPK.

Peran Siti adalah sebagai kuasa pengguna anggaran. Kerugian negara akibat penyelewengan ini sendiri ditaksir mencapai Rp 6,1 miliar.

Dalam kasus tersebut sejumlah pihak disebut-sebut ikut bermain. Salah satu yang diduga terlibat yakni Direktur Utama PT Prasasti Mitra, Bambang Rudijanto Tanoesudibjo alias Rudi Tanoe.

"Kita melihat bahwa yang terlibat tidak hanya Siti Fadilah. Banyak hal-hal lain, banyak orang-orang yang lain yang termasuk pihak swastanya," ucap Abraham Samad saat masih aktif menjabat Ketua KPK, Rabu 9 Oktober 2014 lalu.

Soal dugaan keterlibatan Rudi Tanoe yang juga kakak kandung bos MNC, Hary Tanoesudibjo sebenarnya bukan barang baru. Terlebih Rudi juga disebut melakukan penggelembungan harga dalam proyek pengadaan alat kesehatan penanggulangan wabah flu burung tahun 2006-2008 yang telah menjerat Direktur Bina Pelayanan Medik Kemenkes Ratna Dewi Umar sebagai pesakitan. Perusahaan Rudi juga disebut diarahkan langsung oleh Menkes agar dapat memenangkan tender tersebut.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya