Berita

Kinerja Dipertanyakan, Menteri Sudirman Said Kambing Hitamkan SBY

RABU, 20 MEI 2015 | 03:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang membawa-bawa nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke dalam persoalan praktik mafia migas di PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dinilai hanya pencitraan. Lewat pernyataannya itu, Sudirman mau mengalihkan perhatian agar tidak kena reshuffle.

"Di saat gejolak publik yang kian tinggi atas kinerja tidak memuaskan memimpin kementerian ESDM, Sudirman Said seharusnya menjawabnya dengan ksatria, menunjukkan indikator-indikator keberhasilan. Bukan sebaliknya, mencari kambing hitam," ujar Ketua Umum Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI), Fuad Bachmid dalam keterangannya, Rabu (20/5).

Dia menilai pernyataan Sudirman terkesan aneh dan tidak layak dikeluarkan oleh seorang menteri apalagi disaat publik sedang mempertanyakan kinerjanya.


Menurut Fuad, tuntutan publik saat ini tidak tertuju pada upaya membeda-bedakan antara terobosan pemerintahan sebelumnya dan pemerintahan saat ini. Menurutnya, pernyataan Sudirman yang mengait-ngaitkan SBY dalam mafia migas cenderung menyesatkan dan tidak memiliki variabel sama sekali dengan tuntutan publik, bahkan cenderung ada motif lain di baliknya.

"Semua orang pasti memahami bahwa setiap pemerintahan punya perbedaan platform program, maka saat ini yang orang pertanyakan apa yang sudah dia lakukan sekarang, sejauh mana dan apa indikatornya? Bukan mengeluarkan pernyataan yang tidak sepantasnya," papar dia.

Fuad berharap kepada Jokowi agar mencopot Sudirman Said. Sudirman Said terbuktu kurang kapabel dan cermat dalam merespon aspirasi publik. Dia hanya sering mengeluarkan pernyataan menyesatkan, untuk mencari sensasi semata.

"Keberhasilan diukur dari kerja, bukan pernyataan-pernyataan menyesatkan. Jadi kalau ada menteri yang tidak ada kerjaannya, terlebih lagi suka mengumbar pernyataan yang kabur, dicopot saja" demikian Fuad.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya