Berita

agung laksono/net

Politik

Lagi, Kubu Agung Teriak Punya SK Menkumham yang Berhak Ikut Pilkada

SELASA, 19 MEI 2015 | 16:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dengan adanya gugatan Menkumham, Yasonna H. Laoly atas putusan PTUN yang mengabulkan permohonan Golkar kubu Aburizal Bakrie, maka SK yang saat ini berlaku di Golkar adalah SK Menkumham versi Munas Ancol. Ini lantaran belum ada putusan pengadilan yang inkrah.

Artinya, kubu Agung berhak mengikuti jalannya pilkada serentak yang akan digelar pada akhir 2015 ini. Hal tersebut tertuang sebagaimana peraturan KPU yang menyebutkan bahwa jika ada putusan pengadilan yang belum inkracht maka yang dipakai SK terakhir Kemenkumham.

"Yang berhak ikut Pilkada yang punya SK Menkumham terakhir. Itu tertuang dalam UU," ujar legislator Golkar, Bowo Sidiq Pangarso saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasan 19/5).


Dijelaskan Bowo bahwa KPU tidak bisa menjadikan SK Munas Riau sebagai peserta pemilu sebagaimana diamanatkan dalam putusan PTUN. Hal itu selain putusan sudah digugat Menkuham, juga lantaran SK Munas Riau sudah habis seiring adanya SK Munas Ancol.

"Kecuali Kemenkumham tidak banding dan mencabut SK Munas Ancol dan menggantinya dengan SK Munas Riau. Ingat Munas Bali itu nggak punya SK," sambungnya.

Lebih lanjut, Bowo menilai bahwa wacana revisi parpol yang saat ini digulirkan juga tidak lepas dari kepentingan Golkar kubu Ical. Mereka, lanjutnya, menginginkan agar yang dijadikan peserta pemilu adalah kepengurusan yang diputuskan dalam putusan pengadilan terakhir, bukan berdasarkan SK Menkumham.

"Makanya mereka punya keinginan mau merevisi UU Parpol dan UU Pilkada. Mengapa minta direvisi? Karena ingin putusan terakhir pengadilan yang diakui KPU, bukan SK Menkumham terakhir," tandasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya