Berita

ilsutarsi/net

IMM Sudah Perintahkan Kader se-Indonesia Turun ke Jalan Tiga Hari Berturut-turut

SELASA, 19 MEI 2015 | 12:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Jelang peringatan 20 Mei, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari berbagai penjuru daerah mulai berdatangan ke Jakarta. Ini dilakukan dalam rangka konsolidasi nasional meluruskan Kiblat Bangsa yang akan digelar secara tiga hari berturut-turut mulai hari ini (Selasa, 19/5) di depan Istana presiden dan Senayan.

"DPP IMM juga telah mengintruksikan kader se-Indonesia untuk turun ke jalan mulai tanggal 19 hingga 21 Mei. Bahkan jika diperlukan sepanjang hari sampai tumbuh kesadaran seluruh anak negeri bahwa reformasi jilid 2 atau bahkan revolusi adalah hal yang mendesak," ujar Ketua Bidang Hikmah DPP IMM Taufan Putrev Korompot kepada Kantor Berita Politik RMOL (Selasa, 19/5).

Dijelaskan Taufan bahwa untuk aksi di Jakarta ini akan digelar bersama beberapa organisasi kepemudaan dan mahasiswa nasional. Di antaranya GPII, Himmah Alwasliyah, Hima Persis, PMKRI, Kopma GPII, Pecat, Proja, Pitulungan Banten, dan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Jakarta, Jabar dan Banten. Sementara untuk organ intra kampus yang bergabung adalah BEM UIN Jakarta dan BEM IAIN Banten.


"Hasilnya, ribuan mahasiswa dan pemuda siap kepung istana dan senayan menuntut dihentikannya rezim penindas rakyat. Aksi ini digelar tanggal 19 sampai 21 Mei 2015," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula menjabarkan bahwa dalam konsolidasi nasional ini banyak hal yang akan didiskusikan, utamanya mengenai retorika omong kosong yang ditampilkan rezim Jokowi.

"Mulai dari agenda trisakti, ekonomi berdikari, yang hanya sekadar lips service hingga mencabut subsidi BBM yang merupakan kebijakan neolib," ujarnya.

IMM, lanjut Beni, memandang bahwa kiblat bangsa tidak lagi kepada Nilai-nilai ke-Tuhan-an, kemanusiaan universal, dan tidak lagi pada cita-cita menuju kesejahteraan rakyat. Tapi sudah berkiblat pada para elit politik, korporat, dan negara neo-imperialis, yang membawa misi neo-imperialisme di negeri ini.

"Oleh karena Itu, kami menyerukan kepada anak bangsa di-seluruh penjuru negeri untuk pererat ikatan, satukan barisan, dan bersama-sama kita luruskan arak kiblat bangsa. Lawan rezim neolib bercover merakyat ini!" seru Beni. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya