Berita

pengungsi rohingya/net

Dunia

Respon Pemda Aceh Selamatkan Penggungsi Rohingya Diapresiasi

SELASA, 19 MEI 2015 | 00:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Farouk Muhammad secara khusus mengapresiasi tindakan para nelayan Indonesia dan Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh yang menyelamatkan dan menampung sekitar 1000 pengungsi Rohingnya.

"Terlepas dari solidaritas agama maupun regional tentu sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat manusia untuk membantu mereka yang terzolimi oleh sebuah rezim. Terlebih, kita sangat  prihatin dengan respon negara-negara lain yang menolak pengungsi Rohingya memasuki wilayah mereka," tutur Farouk Muhammad di tengah-tengah pembukaan masa sidang DPD RI di Jakarta, Senin (18/5).

Farouk yang menyelesaikan jenjang doktoralnya di University of Florida Amerika Serikat (AS) menjelaskan, bahwa penerimaan pengungsi berkewarganegaraan asing dan pencari suaka sudah diatur oleh Konvensi Jenewa, dan Indonesia sebagai bagian dari komunitas Intermasional, baik atas nama kemanusiaan maupun kewajiban bernegara wajib menerima mereka.


Dikatakan dia, perhatian perlu diberikan pada masalah penginapan yang layak, kesehatan, dan jaminan ketersediaan sandang pangan. Jangan sampai para pengungsi Rohingnya ini terlantar di tanah air dan dua kali mengalami kemalangan.

"Penerimaan pengungsi perlu ditindaklanjuti tidak sekedar sebagai prosesi penerimaan namun juga pada bentuk daya upaya dalam memberikan jaminan keselamatam dan kehidupan sementara yang layak," kataya.

Terkait hal tersebut, katanya, pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu segera membentuk komunikasi dan tim kordinasi yang melibatkan Kementrian Luar Negeri, Kementrian Dalam Negeri, dan Kementrian Sosial untuk dapat memberikan bantuan penampungan  yang layak.

Menurut dia, Indonesia sebagai anggota ASEAN wajib menekan sesama negara anggota ASEAN untuk dengan sigap mengambil tindakan atas masalah ini. Negara Indonesia patut menuntut pemerintah Myanmar untuk menghentikan prosekusi terhadap kaum minoritas Rohingnya, dan meminta Thailand dan Malaysia untuk tidak acuh dalam masalah ini.

"Tentu saja upaya memberikan tekanan kepada ASEAN ini selaras dengan semangat solidaritas selatan-selatan pada KAA yang baru saja berlalu," katanya mengingatkan.

Selain itu, menurut dia, ada baiknya pemerintah segera melakukan pendataan pengungsi untuk merekam data demografi para pengungsi, lokasi asal, ikatan keluarga dan profesi agar mereka tidak menjadi generasi yang hilang atau menjadi diaspora yang tertelan oleh masa politik.

"Data ini juga harus segera dikoordinasikan dengan UNHCR," katanya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya