Berita

Kemenkes Didesak Bentuk Tim Pengawas Pelaksanaan BPJS

SENIN, 18 MEI 2015 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Kesehatan didesak untuk segera membentuk tim pengawas pelaksanaan BPJS.

Desakan ini disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Amelia Anggraini sebagai reaksi atas pemberitaan lamanya penanganan ibu hamil di Bekasi yang akhirnya kehilangan bayi kembarnya minggu lalu.

Amelia menyayangkan lambatnya penanganan Ibu Sri Supartini dan bayi kembarnya yang tak tertolong karena ketaktersediaan inkubator dengan alasan keterlambatan karena bayi yang akan dirawat tidak ditanggung BPJS.


"Tujuan BPJS dan sistem yang dibangun sudah bagus. Namun yang kurang adalah sosialisasi. Dan yang terpenting adalah penerimaan rumah sakit atas pasien dengan jaminan BPJS Kesehatan. Tak sedikit saya menerima aduan dari masyarakat mengenai hal ini, juga temuan-temuan di Puskesmas dan RS," kata Amelia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (18/5.

Kasus Sri dan bayinya bukan satu-satunya contoh atas keluhan sepal pelayanan pasien anggota BPJS. Menurut Amelia, keluhan yang sama banyak diterima oleh anggota DPR Fraksi NasDem dari masyarakat di dapilnya ketika reses.

Ia pun menambahkan bahwa Komisi IX dalam masa sidang ini akan membentuk Panja BPJS Kesehatan untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan.

"Implementasi BPJS, mulai dari kurangnya alat kesehatan, fasilitas kesehatan, dan pelayanan kesehatan menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Tak mudah memang menjalankan sistem jaminan kesehatan sebesar ini, oleh karena itu seharusnya ada tim pengawas sebagai bagian dari evaluasi," paparnya.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS Kesehatan, pasal 1 ayat 4 dijelaskan peserta adalah setiap orang termasuk orang asing yang bekerja paling lambat enam bulan di Indonesia yang telah membayar iuran.

Berdasarkan UU itu, Amelia mengatakan pendaftaran bayi dalam kandungan dilakukan dengan cara mencantumkan data sesuai dengan identitas ibu bayi, dengan nomor KK yang sama. Selanjutnya, sambung Amelia, pihak BPJS seharusnya bisa menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana memenuhi kelengkapan administrasi seperti tanggal lahir dan jenis kelamin.

Amelia sangat menyayangkan BPJS belum mampu menyosialisasikan hal krusial ini secara menyeluruh kepada masyarakat. Sehingga tak heran banyak masyarakat tak tahu. Padahal kebijakan pendaftaran bayi menjadi peserta telah ditegaskan juga dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan.

Harusnya, kata Amelia, BPJS bersama Pemda dan kelompok masyarakat menjadi corong sosialiasi, tak ketinggalan pula rumah sakit dan puskesmas. Karenanya, Amelia menunggu panja BPJS di komisinya untuk menyampaikan usulan pembentukan tim ini.

"Karena selain penanganan dan sosialisasi yang kurang, pekerjaan rumah BPJS juga masih soal data yang belum bisa terintegrasi dengan data lama di Jamkesmas," pungkas legislator dapil Jateng VII ini.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya