Berita

net

Dino Patti Djalal Lecehkan Merah Putih!

SENIN, 18 MEI 2015 | 07:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mantan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat, Dino Pati Djalal, dinilai telah menghina dan melecehkan negara karena telah mengibarkan bendera Merah Putih salah di depan tamu asing serta dan para pemimpin bangsa.

"Ini pelecehan dan penghinaan kepada negara. Bagaimana mungkin untuk kegiatan acara yang diliput media dalam dan luar negeri serta berkelas Internasional itu bisa salah. Untuk itu Dinopai harus bertanggung jawab," kata Ketua Umum Perisai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), HM. Jusuf Rizal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 18/5).

Sebagai anak bangsa, Jusuf memastikan tidak mentolelir tindakan yang dilakukan oleh Dino Pati sebab dia bukan orang yang tidak berpendidikan, dan bahkan mantan Duta Besar.


"Yang membuat kita prihatin pengibaran bendera yang salah justru dilakukan didepan mantan Presiden RI, para tokoh dan tamu," sambung Jusuf.

Diberitakan, dalam acara supermentor keenam di Djakarta Theatre XXI, Jakarta yang digagas Dinopati Djalal, saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh artis Krisdayanti, bendera Indonesia dikibarkan di layar lebar menampilkan gambar Garuda dengan latar bendera Indonesia terbalik. Bukan Merah Putih, tapi Putih Merah.   

Hadir dalam acara ini Wakil Presiden keenam (1993-1998) Try Sutrisno, Presiden ketiga (1998-1999) BJ Habibie, Presiden keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden pertama Timor Leste (2002-2007) Xanana Gusmao sebagai pembicara. Ribuan warga dari berbagai latar belakang juga hadir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya