Berita

tri sutrisno/net

Politik

Tri Sutrisno Kritik Ketimpangan Kerja Jokowi dan JK

MINGGU, 17 MEI 2015 | 21:43 WIB | LAPORAN:

Mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno mengeritik keras pembagian kerja antara Presiden Joko Widodo dengan Wapres Jusuf Kalla.

Dia melihat, pembagian tugas antara Jokowi dan JK seperti bagi-bagi kue, dimana Jokowi sibuk dengan bidang tertentu sementara JK fokus mengurus ekonomi.

"Mestinya tidak seperti itu. Presiden pimpin eksekutif pemerintah, dan Wapres membantu. Tidak benar Presiden bagian A dan Wapres bagian B. Tidak benar itu," kata Tri dalam acara "Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita Mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup" di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta, Minggu (17/5).

Tri menjelaskan seorang Presiden dan Wapres harusnya berkerja sama untuk mengurus bangsa secara luas. Sebab wapres merupakan pembantu presiden.

Dia membandingkan pembagian tugas saat dirinya menjadi wapres mendampingi Soeharto. Menurutnya, saat menjadi Wapres, Tri mendapat tugas pengawasan dan pembangunan plus menjadi Ketua Baperjarnas serta pengawasan objek vital strategis.‎

Tugas itu, katanya, secara otomatis akan membuat wapres mengetahui masalah bangsa dari pusat sampai daerah secara keseluruhan.

"Jadi nanti saat presiden mati wapres sudah bisa menggantikan peran presiden," kata Tri.

Acara dihadiri tiga tokoh nasional yang perna menjadi pemimpin Indonesia. Mereka adalah Tri Sutrisno, mantan Presiden BJ Habibie, dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu hadir pula Presiden Timor Timur pertama (2002-2007) Xanana Gusmao. Keempatnya menjadi pembicara utama dalam acara ini.

Di samping keempatnya, hadir pula tokoh nasional Indonesia lainnya. Di antaranya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua DPD RI Irman Gusman.[dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya