Berita

hikmahanto juwana/net

Politik

Ban Ki Moon Ditantang Kritik Hukuman Mati Pelaku Bom Boston

MINGGU, 17 MEI 2015 | 02:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menantang Sekjen PBB Ban Ki Moon untuk mengkritik keras hukuman mati di Amerika Serikat, sebagaimana pernah dilakukan pria korsel itu terharap hukuman mati di Indonesia. Hal ini seiring dengan vonis mati yang dijatuhkan pengadilan AS kepada pelaku bom Boston Dzokhar Tsarnaev.

"Apakah Ban berani mengeluarkan kritik dan ceramahnya kepada AS sama ketika Indonesia akan melaksanakan hukuman mati atas Andrew Chan dan Myuran Syukumaran?" ujar Hikmahanto dalam keterangan yang diterima redaksi (Minggu, 17/5).

Dijelaskan Hikmahanto bahwa putusan pengadilan terhadap Dzokhar tersebut merupakan kedaulatan AS. Putusan itu wajib dihormati negara lain, termasuk PBB yang sempat mengecam keras hukuman mati di Indonesia.


"Ataukah Ban Ki Moon akan diam seribu bahasa dengan alasan yang menjatuhi hukuman mati tersebut adalah negara besar AS? Atau dengan alasan bahwa hukuman mati pantas dilakukan terhadap pelaku teror, atau karena pelaku teror adalah WN AS yang berasal dari Kyrgyztan yang mayoritas beragama Islam?" tanyanya.

Jika Ban tidak menyatakan sikap terhadap vonis mati Dzokhar, maka Ban telah berlaku diskriminatif. Itu artinya, lanjut Hikmahanto, PBB telah berpihak pada kubu tertentu.

"Bila Sekjen PBB diam tidak memberi komentar maka benar saat Indonesia melaksanakan hukuman mati Sekjen PBB lebih berpihak pada negara-negara tertentu," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya