Berita

Walhi: Reklamasi Teluk Jakarta Buat Siapa?

SABTU, 16 MEI 2015 | 22:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketidaktegasan Pemda DKI dalam memberi sanksi pelanggaran pemasaran yang dilakukan oleh PT Muara Wisesa Samudera (MWS) dalam menjual hunian di Pulau G dipertanyakan Walhi.

"Itu salah satu masalah yang kami kritisi dan tolak. Kok para pihak terkait diam membisu dengan perilaku pengembang, harusnya pemerintah bersikap tegas dalam menerapkan peraturan, kususnya di bidang lingkungan. Ini malah terkesan pemerintah mendukung secara sembunyi-sembunyi," kata Direktur Walhi Jakarta, Puput TD Putra di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pertanyaan selanjutnya, sambung Putra, pembagunan ini buat siapa? Kalau buat masyarakat Jakarta, masyaralat yang mana? Fakta masyarakat malah terdampak dengan proyek reklamasi ini, khususnya masyakat Jakarta Utara yang banyak berprofesi sebagai nelayan tradisional.


"Mereka terdampak dalam mengakses lautnya, karena ada privatisasi wilayah dan kerusakan ekosistem laut," tegas dia seperti diberitakan RMOLJakarta (Sabtu, 16/5).

Untuk diketahui PT MWS telah memasarkan beberapa unit bangunan di Pluit City. Berdasarkan situs infopluitcity.com, diketahui ada tiga jenis bangunan yang dipasarkan Senior Marketing Executive Pluit City, Heryanto Kwok, yakni rumah tinggal, rumah toko (ruko), dan perkantoran.

Hal ini tentu menuai kontroversi, sebab PT MWS dianggap tak berhak menjual bangunan di Pluit City. Sebab, perusahaan properti milik taipan Trihatma Kusuma Haliman itu belum memenuhi syarat penjualan (launching), sebagaimana diatur dalam Pergub No 8/2008. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya