Berita

kim jong un/net

Dunia

Eksekusi Mantan Menhan Korut Belum Bisa Dipastikan

SABTU, 16 MEI 2015 | 07:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pihak Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara di Jakarta tidak bisa memberikan komentar seputar kabar yang mengatakan bahwa pemerintah Korut baru-baru ini mengeksekusi mati mantan Menteri Pertahanan Korea Utara Hyon Yong-chol.

Menurut kabar yang beredar dari media Korea Selatan, Hyon diekseksi karena tertidur dalam sebuah rapat.

Global News, media dari Korsel itu, menyebutkan Hyon dieksekusi dengan menggunakan pesawat anti peluru dan ditonton oleh ratusan orang di Akademi Militer Kang Kon Pyongyang. Eksekusi dilakukan akhir April lalu.


Salah seorang diplomat Korea Utara di Jakarta mengatakan dirinya telah membaca berita itu.

"Mereka biasa membuat berita sensasional untuk memojokkan kami," ujar sang diplomat.

Dia juga mengatakan, sejauh ini belum ada informasi resmi dari pihak Korea Utara. Pihak Kedubes Korea Utara juga tidak menerima informasi apapun mengenai hal itu dari Pyongyang.

"Tidak ada instruksi untuk mengomentari kabar ini," ujarnya lagi.

Bukan baru kali ini beredar kabar yang senasional mengenai eksekusi pejabat Korea Utara.

Sebuah media di China juga pernah memberitakan kabar yang mengagetkan mengenai eksekusi Jang Song-thaek, mantan salah seorang Wakil Ketua Komite Pertahanan Nasional Korea Utara yang juga paman Kim Jong Un. Jang dikabarkan dieksekusi dengan cara mengerikan. Tubuhnya diserahkan kepada anjing-anjing lapar dalam keadaan telanjang bulat.

Tidak ada komentar resmi dari Korea Utara mengenai kabar eksekusi Jang ini. Sejauh yang dapat dikonfirmasi, pihak Korea Utara tidak ingin mengomentari kabar-kabar sensasional itu. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya