Berita

paus/net

Dunia

Pengakuan Vatikan Akan Negara Palestina Dikecam Partai Republik

SABTU, 16 MEI 2015 | 04:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tahta Suci Vatikan telah merampungkan dokumen perjanjian yang berisi pengakuan terhadap Negara Palestina.

Wakil Menteri Luar Negeri Vatikan Antoine Camilleri menjelaskan bahwa perjanjian tersebut akan membantu mewujudkan apa yang disebut sebagai solusi dua negara guna mengakhiri konflik dengan Israel.

Keputusan itu sontak ditentang oleh anggota Kongres AS yang merupakan rekanan Israel. Mereka adalah kelompok konservatif yang tergabung dalam Partai Republik.


"Paus telah melegitimasi sebuah negara Palestina tanpa pengakuan Israel sebagai negara Yahudi di sana. Sungguh menarik bagaimana Vatikan telah masuk terlalu jauh dalam politik. Di mana seharusnya Vatikan bisa lebih bekerja untuk memimpin orang kepada Yesus Kristus dan keselamatan," sindir anggota Partai Republik Jeff Duncan sebagaimana dikutip Haaretz (Sabtu, 16/5).

Sementara anggota Kongres lain yang juga dari Partai Republik, Louie Gohmert, mengaku terkejut dengan sikap Paus. Ini lantaran pengakuan itu dilakukan saat Palestina masih berupaya menghapus Israel dari peta dunia.

"Saya terkejut bahwa Paus akan mengakui Palestina ketika mereka masih menjadi pembenci yang ingin menghilangkan Israel dari peta dan tidak mengakui Israel," ujarnya.

Trent Franks, anggota Kongres dari Partai Rebuplik lainnya, mengkritik sikap Paus yang tidak melandasi keputusan politiknya dengan Alkitab.

"Dia tokoh agama dan ia memiliki hak untuk memiliki pandangan politik. Tapi ia harus memiliki dasar alkitab  yang kuat saat mewakili kepala Gereja Katolik," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya