Berita

tb hasanuddin/net

Politik

Ini Saran Kang TB Agar Papua Tidak Lepas

SABTU, 16 MEI 2015 | 03:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Provinsi Papua berpotensi lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan mampu melakukan pendekatan persuasif dan pra-dialog membahas konflik yang sering terjadi di provinsi mutiara hitam itu.

Begitu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Mayjen (purn) TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Jumat, 15/5).

Kang TB, begitu ia disapa, mengatakan bahwa dalam konsep pra-dialog harus ada tahap desekuritisasi yang meliputi tiga kriteria. Pertama mengenai penempatan atau penambahan personil TNI di Papua atau Papua Barat harus dengan keputusan politik.


"Kedua, penempatan pasukan TNI yang harus terukur baik kualitas, kuantitas, durasi tugas dan target operasi. Ketiga, penempatan TNI harus sedapat mungkin dilakukan dengan pendekatan persuasif. Tetapi sebaliknya, juga satuan-satuan bersenjata dari OPM (Organisasi Papua Merdeka) itu harus sesegera mungkin diorganisir berapa kekuatanya dan tidak melakukan upaya-upaya kekerasan,"ujarnya.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa pada tahap dialog harus meliputi tiga tahapan, yaitu pertama identifikasi aktor dan isu dalam dialog, kedua melakukan rekonsiliasi dalam dialog untuk membangun rasa percaya diri.

"Sementara tahap ketiga adalah membangun sebuah pemahaman bahwa dialog harus berkelanjutan," papar politisi PDIP itu.

Ini semua, lanjutnya, harus dilakukan sebab kegagalan Opsus (Operasi Khusus) yang pernah dilakukan pemerintah adalah karena tidak adanya dialog-dialog yang berkelanjutan.

Papua saat ini masih menjadi provinsi yang bergejolak akibat adanya OPM. Organisasi ini bahkan masih sering melakukan penembakan yang tak jarang korbannya adalah aparat keamanan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya