Berita

aher/net

Politik

Gubernur Jabar Beberkan Aliran Dana Gedebage ke Bareskrim

SABTU, 16 MEI 2015 | 02:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) telah selesai diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait kasus proyek pembangunan Stadion Gedebage, Bandung.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu keluar dari kantor Bareskrim sekitar pukul 21.30 WIB. Pria yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi itu sudah berada di markas Bareskrim sejak pukul 06.00 WIB.

"Saya datang ke sini memenuhi undangan dari Bareskrim untuk membeberkan, menerangkan kronologis bantuan pemerintah provinsi untuk pembangunan Stadion Gedebage ke Pemerintah Kota Bandung. Saya beberkan semuanya, seluruhnya," kata Aher kepada wartawan di halaman kantor Bareskrim Mabes Polri, Jumat (15/5) malam.


Dia menjelaskan, pemberian bantuan untuk pembangunan Stadion Gedebage sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2007. Ketika itu kursi Jabar I masih dipegang oleh Gubernur Dani Setiawan.

Menurut mantan anggota DPRD DKI ini, bantuan terus diberikan oleh Pemprov Jabar hampir setiap tahun hingga tahun 2013. Total bantuan yang diberikan berjumlah Rp 335 miliar.

"Bantuan ini sudah sesuai prosedur perundang-undangan. Kapsitas saya sebagai gubernur, pemegang kebijakan keuangan tingkat provinsi tentu punya wewenang memberikan bantuan keuangan," jelas anggota Majelis Syuro PKS itu.

Aher pun tegas menolak disalahkan dalam kasus ini. Dia berpendapat, pengelolaan anggaran untuk pembangunan stadion Gedebage sepenuhnya berada di Pemerintah Kota Bandung.

"Hukum keuangan menyatakan, saat bantuan sudah jatuh ke Pemkot Bandung, maka seluruhnya baik perencanaan, tender, pelaksanaan, pendayagunaan termasuk pengawasan sudah tanggung jawab mereka," pungkasnya seperti dikutip JPNN. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya