Berita

Politik

KONFLIK BERINGIN

Penambahan Tersangka Makin Mengkonfirmasi Munas Ancol Jadi-jadian

JUMAT, 15 MEI 2015 | 17:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bareskrim Mabes Polri menetapkan dua tersangka baru terkait kasus dugaan pemalsuan surat mandat Munas Partai Golkar kubu Agung Laksono di Ancol.

Bagi kubu Aburizal Bakrie, hal ini sekali lagi mengkonfirmasi bahwa kepengurusan Partai Golkar yang sah adalah hasil Munas Bali.

"Adanya penambahan tersangka ini semakin menegaskan dan mengkonfirmasi bahwa munas Golkar di Ancol adalah munas jadi-jadian atau munas odong-odong," kata Bendahara Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Bambang Soesatyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Jumat, 15/5).


Bamsoet, demikian disapa, menambahkan bahwa penetapan tersangka baru ini akan menguatkan keyakinan hakim, baik di Pengadilan Jakarta Utara maupun di PTUN untuk membatalkan surat keputusan pengesahan kepengurusan kubu Agung Laksono oleh Menkumham Yasonna Laoly.

Sebab, Munas yang benar diikuti oleh pemilik suara yang sah, yakni DPD I dan II. Merekalah yang berhak menentukan ketua umum.

"Itu sekaligus menguatkan keyakinan untuk mengesahkan hasil Munas Golkar di Bali," kata Bamsoet.

Penetapan dua tersangka baru terkait kasus dugaan pemalsuan surat mandat Munas Partai Golkar kubu Agung Laksono disampaikan Mabes Polri hari ini. Dua tersangka baru yang ditetapkan berinisial MJ dan S.

Dalam kasus ini, sebelumnya, Bareskrim sudah menetapkan dua tersangka yaitu Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Pandeglang, Banten Dadat Hidayat dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Hasbi Sani.

Penetapan tersangka ini menyusul laporan Ketua DPD Golkar Jambi Zoerman Manaf dengan nomor laporan 289/III/2015/Bareskrim per tanggal 11 Maret 2015.

Zoerman melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemalsuan terhadap sejumlah kader Golkar. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya