Berita

Mohammad nabil/net

Politik

RESHUFFLE KABINET KERJA

Darmin Nasution Tidak Tepat Gantikan Sofyan Djalil 

JUMAT, 15 MEI 2015 | 01:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ramai diperbincangkan Presiden Joko Widodo harus mencopot Sofyan Djalil dari posisi sebagai Menko Perekonomian karena terbukti tidak cakap membuat kebijakan ekonomi.

Suara agar Sofyan Djalil dicopot tak hanya disampaikan elit partai politik, tapi juga kalangan akademisi.

Analis politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Mohammad Nabil, mengatakan Sofyan Djalil merupakan satu dari beberapa menteri Kabinet Kerja yang layak diganti.


"Saya kira menteri yang performanya terlalu datar seperti Sofyan Djalil memang perlu direshuffle," kata dia dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/5).

Menurut dia kinerja Sofyan Djalil memimpin kebijakan ekonomi Kabinet Kerja tidak cukup baik alias berapor merah. Jika menggunakan skor penilaian dari 1 hingga 10, Sofyan Djalil mendapat skor 5.

"Dari awal posisi Sofyan Djalil memang kurang pas sebagai Menko Perekonomian," imbuhnya.

Nabil sependapat dengan suara-suara yang ramai disampaikan banyak pihak, bahwa Presiden Jokowi juga harus mencopot Menteri BUMN Rini Soemarno. Menurutnya, kinerja menteri Rini sama buruknya seperti Sofyan Djalil.

"Rini (Soemarno) terlalu banyak kontroversinya, dan dia malah jual-jual BUMN. Saya kira dia memang layak dilempar (dari kabinet)," paparnya.

Sejauh ini nama mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution disebut-sebut dalam perbincangan di kalangan aktivis sebagai kandidat kuat pengganti Sofyan Djalil.

Namun karena mendapat dukungan besar dari Wapres Jusuf Kalla, Sofyan Djalil disebut-sebut masih akan tetap berada di kabinet, diplot mengisi kursi Menteri BUMN yang kosong setelah Rini Soemarno tidak lagi dipakai seiring melemahnya dukungan dari PDIP, terutama dari ketua umum Megawati Seokarnoputri.

Menanggapi itu, Nabil berpendapat kurang tepat jika pada akhirnya Jokowi mengangkat Darmin sebagai Menko Perekonomian.

Selain terkait kemampuan makro ekonomi yang lemah, Darmin sebagaimana pengakuan terpidana suap M. Nazaruddin kepada penyidik KPK, terlibat korupsi pembangunan gedung pajak senilai Rp 2,9 triliun.

Di tengah kondisi perekonomian saat ini, Menko Perekonomian harus diisi oleh orang yang bukan hanya paham dan menguasai permasalahan-permasalahan ekonomi, tetapi juga mampu mengatasinya.

Lebih penting lagi, dia memiliki komitmen dan pembelaan yang jelas terhadap nasib dan kesejahteraan rakyat.

Menurut Nabil, hanya ada dua nama yang memenuhi kriteria tersebut, yakni ekonom senior yang juga Menko Perekonomian pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli dan ekonom senior Ichanuddin Noorsy.

"Dua nama ini layak menggantikan Sofyan Djalil," tukas Nabil.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya