Berita

mamun murod/net

Politik

Menkumham Didesak Tidak Sahkan Hasil Kongres Demokrat

KAMIS, 14 MEI 2015 | 17:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kongres ke-IV Partai Demokrat yang baru saja berakhir menuai gugatan. Pasalnya, sebanyak lebih dari 90 DPC di-plt dengan cara yang tidak sah.

Atas dasar itu, fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Mamun Murod meminta kepada Menkumham Yasonna Laoly untuk tidak mengesahkan hasil kongres yang tidak sah tersebut. Menurutnya, surat plt yang ditandatangani Ketua Harian Syarief Hasan tidak sah, karena sesuai AD/ART plt harus ditandatangani ketua umum.

"Maka sama artinya Kongres Surabaya banyak diikuti oleh peserta-peserta ilegal. Itu artinya, proses Kongres terutama aklamasi pemilihan ketum PartaiDemokrat sebenarnya secara hukum tidak sah. Karenanya, semestinya Pak Yasonna tidak serta merta dan tidak semestinya mengesahkan kepengurusan PD hasil Kongres Surabaya," kicaunya dalam akun Twitter @mamunmurod (Kamis, 14/5).


Ia meminta Menteri Yasonna untuk menunggu kongres ulangan. Jika Demokrat tidak mau melakukan kongres ulang maka harus dipaksa. Termasuk, Menteri Yasonna diminta untuk tidak mengesahkan kepengurusan hasil Kongres Surabaya.

"Sebab kalau PakYasonna sampai mengesahkan, maka percayalah itu hanya akan menambah pekerjaan bapak. Pihak-pihak yang dirugikan, seperti pengurus DPC yang di-plt pasti akan melawan kedhaliman dan kesewenang-wenangan ini. Mereka pasti Akan menuntut dan mendemo bapak," ujar orang dekat mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum tersebut.

"Sekali lagi Pak Yasonna, jangan sahkan kepengurusan PD hasil Kongres Surabaya, karena itu kongres ilegal," tandas pengajar FISIP UMJ itu. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya