Berita

moeldoko/net

Pertahanan

Jenderal Moeldoko Tanggapi Serius Laporan Sidney Jones

KAMIS, 14 MEI 2015 | 15:01 WIB

Informasi dari pengamat teror dan intelijen, Sidney Jones yang menyebut eks militan ISIS akan masuk ke Indonesia untuk menebar teror ditanggapi serius Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Meski begitu, Moeldoko mengaku tidak akan menyerap informasi itu mentah-mentah. Menurut Moeldoko, anak buahnya tentu menghitung kekuatan dan pengaruh eks ISIS. Namun, ia tak mau serta-merta langsung menebar stigma teroris.

"Jadi enggak langsung kita stigmanya begitu. Jangan langsung dihakimi. Bahaya seperti itu," ujar Moeldoko di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/5) malam.


TNI, kata dia, memiliki langkah-langkah khusus untuk pencegahan. Namun, untuk menangani eks militan ISIS yang datang ke Indonesia ada langkah-langkah administrasi yang dilakukan lewat Ditjen Imigrasi. Salah satunya dengan melakukan tangkal atau menahan dokumen imigrasi yang bersangkutan.

"Saya pikir akan ada langkah-langkah yang berkaitan dengan penahanan administrasi. Bukan berarti enggak terlalu mengancam. Tapi kan  bisa dilihat dulu jadinya seperti apa," tegas Moeldoko seperti dilansir JPNN

Sidney Jones mengungkapkan untuk mencegah adanya pengaruh eks militansi ini, pemerintah Indonesia bisa dibantu oleh ormas-ormas Islam terpercaya. Menurutnya, meski sudah cukup banyak WNI yang telanjur bergabung dengan ISIS, namun pengaruhnya masih bisa diantisipasi. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya