Berita

sby/net

Politik

SBY Akui Ada Ketidakadilan Publik Pada Demokrat

KAMIS, 14 MEI 2015 | 12:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Selama sepuluh tahun menjadi partai penguasa, Partai Demokrat mendapat sejumlah gempuran dari lawan politik dan pengamat. Bahkan partai berlambang mercy itu terstigma sebagai partai yang korup, mengingat banyak kader terjerat kasus korupsi.

"Memang ada sedikit ketidakadilan karena kami ruling party. Padahal yang korupsi bukan hanya Demokrat, namun karena gempuran lawan politik dan pengamat, maka seolah yang korupsi cuma Demokrat saja," ujar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam wawancara eksklusif dengan salah satu televisi swasta (Kamis, 14/5).

Meski banyak kader yang terjerat korupsi, SBY yang saat itu menjabat sebagai presiden mengaku enggan untuk mengintervensi kasus tersebut. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kesamaan dalam perkataan dan perbuatan.


"Saya harus adil untuk semua. Saya tidak bisa menyuruh KPK menangkap seseorang, juga tidak boleh membebaskan seorang koruptor. Saya hanya bisa berpesan KPK hati-hati dalam menetapkan dalam tersangka. Jadi saya tidak bisa melingdungi kader yang terkena korupsi," ujarnya.

Namun begitu, SBY yakin bahwa lambat laun rakyat Indonesia akan bisa melihat persoalan ini dengan jernih. Artinya, rakyat tidak lagi mengidentikan Demokrat sebagai partai tempat bersarang koruptor.

"Mungkin nanti 30 tahun lagi bangsa ini baru bisa melihat lebih jernih," tandas SBY. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya