Berita

Putut Prabantoro: Kedamaian Terwujud Bila Ada Kesejahteraan

SELASA, 12 MEI 2015 | 13:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pringsewu harus dibangun menjadi kota yang modern dan beradab. Selain tetap menjadi icon lumbung pangan di Provinsi Lampung, permasalahan pendidikan dan lingkungan hidup juga mesti mendapat perhatian lebih dalam arah pembangunan di Pringsewu kedepan.

Demikian disampaikan konsultan politik AM Putut Prabantoro saat memberikan sambutan dalam acara seminar kebangkitan nasional di aula gedung SMA Xaverius Pringsewu, Lampung, Senin (11/5).

Putut yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) menilai Pringsewu tidak banyak berubah sejak 44 tahun lalu, terutama terkait persoalan infrastruktur.


Pembangunan infrastruktur di kabupaten dengan luas wilayah tersempit dan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Lampung ini, menutut Putut, tidak berjalan dengan baik.

"Jadi, pembangunan infrastruktur juga harus diperhatikan," katanya.

Secara khusus Putut yang pernah mengenyam pendidikan SD di Xaverius Pringsewu mengajak sekaligus menantang Xaverians untuk terlibat dalam memajukan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pringsewu.  

"Kita harus bangun Pringsewu seperti kota-kota lainnya," kata Putut yang mengaku selalu merasakan kebahagiaan saat kembali ke Pringsewu karena jejak orang tuanya ada di sana.

Sebagai Indonesia mini, dimana kebergaman sangat terasa di Pringsewu, kesejahteraan menjadi kata kunci. Sebab kata Putut, kerukunan bisa terwujud bila orang-orangnya sejahtera.

"Jangan harap ada kedamaian dan kerukunan kalau tidak ada kesejahteraan," pungkasnya.

Seminar diselenggarakan Xaverians, alumni sekolah Xaverius Pringsewu di Aula SMA Xaverius Pringsewu didukung oleh Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa). Diadakan di Aula SMA Xaverius Pringsewu, seminar mengangkat tema "Xaverius Pringsewu Turut Membangun Indonesia; Pringsewu Sebagai Indonesia Mini.

Seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-107 ini menghadirkan narasumber yakni mantan Kasum TNI Laksdya TNI (P) Y Didik Heru Purnomo, pengusaha Franciscus Welirang, alumnus dan mantan Kepala BKKBN Sugiri Syarief, dan Mgr Y Harun Yuwono Pr, Uskup Keuskupan Tanjungkarang.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya