Berita

Gusti Kanjeng Ratu Hemas/net

Wawancara

WAWANCARA

Gusti Kanjeng Ratu Hemas: Pro Kontra Tentang Sabda Raja, Itu Biasa Dalam Keluarga Besar

SELASA, 12 MEI 2015 | 07:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sabda Raja Yogyakarta yang berisikan perubahan nama Hamengku Buwono menjadi Hamengku Bawono dan mengubah gelar anak pertamanya GKR Pembayun men­jadi GKR Mangkubumi, masih ditanggapi pro kontra.
 
Ada yang menduga, perubahan nama putri Sri Sultan Hamengku Bawono X itu untuk membuka kesempatan perempuan sebagai penerus tahta. Tapi ada juga menilai sebaliknya.

Sebenarnya apa maksud dan tujuan di balik pergantian nama itu? Simak wawancara Rakyat Merdeka dengan istri Sultan Hemangku Bawono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas berikut ini:


Apa benar pergantian nama itu untuk menyerahkan tahta kesultanan pada anak perem­puan Anda?
Itu kan hanya perkiraan orang. Sedangkan yang dilakukan Sultan itu hanya pemberian pergantian nama. Pergantian nama beliau, dan pergantian nama anak saya, kan gitu.

Kalau begitu, apa tujuan­nya?

Nggak ada tujuannya. Memang harus ganti nama.

Setelah ganti nama, apa ada keistimewaan atau perlakuan khusus untuk anak perem­puan pertama Anda itu?
Oh, nggak ada. Masih semua sama. Ini atinya, kondisi dan tra­disi yang ada di keraton tetap sama. Nggak ada perbedaannya kok.

GKR Mangkubumi waktu itu sempat dikabarkan duduk di Watu Gilang, yang kemudi­an dimaknai sebagai penerus tahta, apa itu benar?
Itu saya kira prediksi orang aja. Memang begitu ganti nama, karena dia sebagai putri mah­kota, berarti dia memang harus duduk di situ. Sama juga sep­erti adiknya Pak Sultan, yang Hadi Winoto kan juga gelarnya Kanjeng Gusti Pangeran Haryo itu sebetulnya anak tertua gitu lho. Jadi jangan dipersepsikan yang lain-lain.

Setelah pergantian nama, apa ada tugas-tugas baru yang akan diemban?
Oh, belum, belum ada. Kita kan juga harus menyelesaikan pergantian nama. Kalau warga negara ganti nama harus dilapor­kan ya. Saya kira itu saja.

Perubahan nama di catatan kependudukan maksudnya?
Ya.

Apa ada pembicaraan khusus dengan Sultan sebelum dilak­sanakannya Sabda Raja?
Nah, itu dia mas. Saya saja, kalau perempuan kan harus konde-an ya. Jadi kita itu dikasih tahunya tengah malam. Terus adik-adik dikasih tahunya jam enam pagi.

Kemudian memberi kodenya hanya begini (dari Sultan ke is­trinya); besok, kamu pakai kain, pakai sanggul. Waktu saya tanya ada apa, jawabnya ya sudah saya nyuruh kamu pakai itu besok. Pemberitahuannya cuma begitu sama istrinya.

Lantas apa maksud dari era baru yang disampaikan Sultan, apa ada tradisi baru di Keraton?
Begini, era baru itu karena beliau diharuskan ganti nama, berarti sudah putus perjanjian itu. Dengan perjanjian terpu­tus, berarti harus melakukan hal-hal yang baru. Hal-hal baru ini kan jangan dipikir yang negatif.

Contohnya apa?
Misalnya, beliau itu harus melakukan yang sifatnya tradisi harus dijaga. Kemudian kita juga melihat sekarang adanya perubahan setelah reformasi. Jadi setelah reformasi kan ada perubahan. Nah perubahan itu harus dilakukan. Beliau sendiri masih belum tahu kira-kira apa yang harus diubah. Sampai saat ini beliau hanya dapat wang­sitnya itu adanya perubahan dengan nama baru itu.

Konsolidasi dengan kelu­arga bagaimana, apa masih ada pro kontra?
Karena dia (adiknya Sultan) tidak hadir saat kita menjelaskan kepada masyarakat (mengenai perubahan nama itu), mungkin masih belum memahami betul. Atau memang ada hal-hal yang menurut mereka itu tidak pas, gitu lho. Pro-kontra dalam satu kelu­arga besar itu biasalah. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya