Kabupaten Pringsewu dipilih menjadi salah satu pilot project pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Pilot project itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, potensi terbesar yang dimiliki Pringsewu.
Hal itu disampaikan Bupati Pringsewu H. Sudjadi di sela seminar Kebangkitan Nasional bertajuk "Xaverius Pringsewu Turut Membangun Indonesia". Seminar diselenggarakan Xaverians, alumni sekolah Xaverius Pringsewu di Aula SMA Xaverius Pringsewu, Lampung, Senin (11/5).
Sudjadi menjelaskan meski baru berdiri 6 tahun namun secara historis kabupatennya memiliki tradisi kuat dalam hal pengembangan pendidikan dibandingkan kabupaten lainnya. Di Pringsewu sudah digalakan program satu desa satu PAUD.
"Selain itu, di antara kabupaten Pringsewu punya univeritas, milik Muhammadiyah. Kemudian juga ada banyak pondok pesantren, ada madrasah," paparnya.
Dia berbesar hati karena Pringsewu satu-satunya kabupaten yang ditetapkan menjadi pilot project pendidikan di Provinsi Lampung. Dua wilayah lainnya yang ditetapkan adalah kotamadya, kota Metro dan kota Bandar Lampung.
Pringsewu adalah kabupaten tersempit dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Lampung. Luas wilayahnya 625 kilo meter persegi dengan jumlah penduduk 457 ribu. Karena itulah, kata Sudjadi, tantangan terbesar bagi Pringsewu adalah bagaimana meningkatkan kualitas SDM.
"Di Pringsewu tidak ada SDA yang bisa dibanggakan, tidak punya laut dan di daratnya tidak ada batu bara. Dengan potensi SDM yang banyak kita harapkan bisa menjadi faktor pendukung dan bahkan penentu menjadikan Pringsewu menjadi besar," paparnya lagi.
Tentu saja, katanya lagi, upaya meningkatkan kualitas SDM di Pringsewu memerlukan usaha bersama semua elemen masyarakat. Menurut dia seminar yang digelar Xaverians bertema "Xaverius Pringsewu Turut Membangun Indonesia," adalah salah satunya bentuknya.
Seminar sendiri menghadirkan lima tokoh nasional, yaitu Laksdya TNI (P) Y. Didik Heru Purnomo (mantan Kasum TNI), Franciscus Welirang (pengusaha), KH Maman Imanulhaq (anggota DPR RI dari Fraksi PKB), Sugiri Syarief (alumnus Xaverius Pringsewu dan mantan Kepala BKKBN) dan Mgr. Y. Harun Yuwono Pr (uskup Keuskupan Tanjung Karang).
"Seminar ini akan menjadi sumber bagaimana kebijakan-kebijakan kedepan yang harus kita buat. Saya harapkan
amma ba'du-nya, setelah ini. Sekali Pringsewu tetap Pringsewu, dari Pringsewu untuk Indonesia tapi dimanapun berada untuk membangun Pringsewu," tukasnya.
[dem]