Berita

Pertahanan

Visi Poros Maritim Dunia Membuka Harapan Baru Bangsa

SENIN, 11 MEI 2015 | 19:01 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Visi Poros Maritim dunia yang dijalankan pemerintah  saat ini membuka harapan baru bagi aktivitas maritim bangsa Indonesia yang selama ini terbelenggu oleh pandangan-pandangan agraris.

Bangsa ini perlu bergeliat kembali memotivasi segala bidang pembangunan untuk mewujudkan harapan yang selama ini terabaikan. Dari segi proses transformasi, hal ini bukan sesuatu yang mudah karena berhubungan dengan pola pikir dan kebiasaan serta budaya yang telah terpatri selama bertahun-tahun,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAD), Laksamana TNI Ade Supandi selaku keynote speech saat membuka acara Seminar Nasional tentang Poros Maritim Dunia yang digelar dalam rangka hari Pendidikan TNI AL  di Komando Pengembangan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Surabaya, Senin (11/5).
 
Seminar nasional yang mengangkat tema ”Tantangan dan Peluang 5 Pilar Poros Maritim Dunia” ini menampilkan lima pembicara antara lain Sri Sultan Hamengkubuwono X (Pilar Budaya Maritim), Harun Al Rasyid Lubis, (Pilar Insfrastruktur Maritim), Arif Havas Oegroseno (Pilar Diplomasi Maritim), Laksamana TNI (Purn) Marsetio (Pilar Pertahanan Maritim), dan Sarwono Kusuma Atmaja (Pilar SDM).


Seminar kemaritiman yang dilaksanakan kali ini merupakan media sumbangan pemikiran TNI AL yang didedikasikan kepada pemerintah mengenai langkah-langkah antisipatif dan inovatif terhadap tantangan dan peluang yang ada dalam kemaritiman domestik, regional maupun global untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.
 
Menurut KSAD, untuk menuju ke arah pola pikir maritim, maka perubahan harus dilaksanakan secara mendasar, bertahap dan komprehensif.

"Kehidupan maritim bangsa seakan-akan telah lama hilang, sehingga proses transformasi yang dibutuhkan tidak sekedar langkah-langkah optimalisasi atau revitalisasi, namun harus menjurus ke arah resureksi atau membangkitkan kembali sesuatu yang telah lama tiada, agar seluruh komponen bangsa berkonsentrasi secara bersama-sama untuk meletakkan dasar, pemahaman dan tindakan yang sejalan," jelas orang pertama di jajaran TNI AL tersebut.
 
Lebih lanjut, Ia juga mengatakan, saat ini setidaknya terdapat tiga jenis tantangan yang akan dihadapi, yaitu pertama, tantangan taktis, yang inherent dengan subyek pembangunan poros maritim dunia secara internal. Kedua, tantangan operasional, yang mempengaruhi proses pelaksanaannya; dan Ketiga, tantangan strategis, yang berhubungan dengan reaksi dan pengaruh eksternal.
 
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, dan dalam upaya melaksanakan pembangunan menuju negara maritim yang besar, kuat dan makmur, papar Kasal, pembangunan yang dilaksanakan harus mengacu pada fungsi laut bagi bangsa Indonesia, sehingga pembangunan dapat terarah sesuai manfaat yang diharapkan.
 
"Saya juga menyambut baik dan mengapresiasi kepada panitia penyelenggara seminar nasional, yang kali ini mengusung tema 'Tantangan dan Peluang Pembangunan Lima Pilar Poros Maritim Dunia'. Tema ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah untuk memajukan Indonesia melalui pembangunan nasional sesuai dengan konstelasi geografi negara kepulauan guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," tegasnya.
 
Ia pun optimis, seminar nasional ini dapat menghasilkan saran masukan berharga dengan memadukan berbagai temuan, ide dan gagasan yang muncul dari berbagai kalangan serta memformulasikannya menjadi langkah-langkah konkrit yang dapat menginspirasi dan diterapkan pemerintah, institusi dan stakeholder kelautan, pelaku usaha dan masyarakat maritim lainnya.

"Sebelum mengakhiri keynote ini, saya mengajak seluruh komponen bangsa yang saat ini hadir untuk bersama-sama memadukan pemikiran demi meraih kembali kejayaan bangsa Indonesia yang dulu pernah berkibar dan tersohor hingga ke penjuru dunia sebagai bangsa maritim sejati," ujar KSAD.
 
Seminar sehari ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari para stakeholder yang bergerak di sektor kemaritiman nasional, para pakar, para rektor perguruan tinggi di Jawa Timur, para akademisi dan mahasiswa, serta sejumlah pejabat instansi sipil, militer dan Polri.[wid]




Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya