Berita

Politik

Effendi Simbolon: Solusinya Bukan Reshuffle Tapi...

KAMIS, 07 MEI 2015 | 21:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai telah gagal menjalankan amanat rakyat.

Stabilitas harga, kepastian hukum dan situasi politik yang kondusif merupakan beberapa contoh harapan yang dikehendaki rakyat yang tidak bisa diwujudkan oleh Jokowi-JK.

"Pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan, harga-harga naik, rupiah menurun, sekarang IHSG menurun, ketidakpastian hukum, itulah kenyataan dari output pemerintah," kata politisi PDIP Effendi Simbolon dalam talkshow di TV One, Kamis (7/5) malam.


Menurut Effendi yang berbicara bersama ekonom senior Ichsanuddin Noorsy, target dan program kerja yang dijanjikan dan dilaksanakan pemerintah tidak realistis dan penuh kebohongan.

Contoh terbaru adalah pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt dengan dalih untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional di Goa Cemara, Pantai Samas, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berkaca dari masa SBY yang membangun pembangkit listrik dengan daya tidak lebih besar dari itu dalam dua periode pemerintahan, menurut Effendi, proyek pembangkit listrik bertenaga bayu atau angin yang dijanjikan Jokowi selesai dalam tiga tahun sangat tidak realisitis.

Effendi tak setuju untuk mengatasi berbagai kecarut marutan yang ada saat ini perlu dilakukan reshuffle kabinet. Persoalan utamanya bukan di menteri.

"Solusinya bukan reshuffel, tapi..." kata Effendi dipotong anchor karena waktu talkshow selesai. Effendi yang nampak belum selesai bicara langsung disalami anchor dan sempat disorot kamera langsung memberi senyuman.

Di tengah desakan reshuffle kabinet yang kian menguat belakangan ini, Effendi yang sering melontarkan kritik keras terhadap Jokowi justru rajin menyuarakan agar dilakukan reposisi presiden.

Menurut dia reshuffle kabinet tidak dapat menyelesaikan persoalan negara saat ini sebab menteri hanya sebagai pembantu presiden.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya