Berita

sapril akhmady/ist

Pakai Dana Patungan, Kapal Pinisi Ini akan Didaftarkan ke Unesco sebagai Warisan Dunia

SABTU, 02 MEI 2015 | 21:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sapril Akhmady punya mimpi sederhana. Pria dari Makassar, Sulawesi Selatan, ini ingin ke Raja Ampat di Papua Barat dengan menggunakan kapal Pinisi. Tetapi apa daya, sudah sulit menemukan kapal Pinisi, bahkan di tanah kelahirannya.

Padahal, kapal Pinisi digunakan sebagai lambang Makassar. Miniatur kapal Pinisi pun dapat ditemukan dengan mudah.

Dari sinilah, Sapril mendapatkan ide membuat kapal Pinisi.


"Ide itu disampaikan kepada komunitas Makassar lainnya. Gayung bersambut, rencana dibuat, pengumpulan dana dimulai," cerita anggota DPR RI dari Partai Kebangkiran Bangsa (PKB) Nihayatul Wafiroh yang baru-baru ini berkunjung ke tempat pembuatan kapal Pinisi itu di dekat pelabuhan Ford Rotterdam, Makassar.

Nihayatul mengenal Sapril di Hawaii. Keduanya pernah sama-sama menuntut ilmu di University of Hawaii at Manoa (UHM) Amerika Serikat.

"Ada hal menarik dalam usaha mengumpulkan uang ini. Kawan-kawan Makassar melakukan beberapa gerakan, mulai bantingan personal, mengedarkan kotak-kotak sumbangan hingga donasi dari warga. Saat itu hanya bisa mengumpulkan uang Rp 15 juta. Padahal kebutuhan pembuatan kapal Pinisi ini mencapai Rp 2,5 miliar," cerita Nihayatul lagi.

Bantuan terus berdatangan termasuk dari pejabat-pejabat setempat hingga pembuatan Pinisi bisa dimulai. Walau dana yang tersedia masih jauh dari yang dibutuhkan, Sapril dan kawan-kawannya tidak putus asa.

Pembuatan kapal Pinisi sengaja dilakukan di Makassar, bukan di Bulukumba yang menjadi sentral pembuatan Pinisi selama ini. Maksudnya, agar masyarakat bisa dengan mudah mengetahui proses pembuata Pinisi.

Mereka berusaha keras menyelesaikan kapal Pinisi ini pada tanggal 15 Agustus 2015, dan akan didaftarkan ke Unesco sebagai warisan dunia. Selain itu, kapal Pinisi ini juga akan didedikasikan untuk dunia pendidikan. Misalnya, menjadi museum pendidikan dan kebudayaan yang bisa berlayar.

"Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan pembuatan kapal Pinisi ini. Saya pribadi yang berkesempatan mengunjungi tempat pembuatannya sangat terkesan dengan semangat kawan-kawan muda Makassar yang ingin mempertahankan budaya Indonesia ini," demikian Nihayatul. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya