Berita

novel baswedan/net

Hukum

Novel Ditahan, Polri Harus Jawab Pertanyaan Ini

JUMAT, 01 MEI 2015 | 10:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tim Penyidik Bareskrim Polri telah menangkap penyidik andalan KPK Novel Baswedan dini hari tadi di kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel dieksekusi lantaran sudah dua kali mangkir dari panggilan untuk menjalani pemeriksaan.

Pegiat antikorupsi Ray Rangkuti mengatakan, terkait menangkapan Novel ini pertanyaan utamanya adalah apakah polisi saat ini benar-benar dalam semangat menegakan hukum atau hanya sekedar ingin memuaskan kehendak orang perorang di lingkaran Kepolisian.

"Sebab, rentetan pemidanaan terhadap pimpinan dan anggota KPK terus berlangsung. Sebelum Novel, kita juga mendengar bahwa para penyidik KPK yang menangani kasus Komjen Budi Gunawan, juga akan ditersangkakan kalau pada akhirnya polisi tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus BG. Sama rentetan ini tak bisa dipisahkan dari kisah penetapan BG sebagai tersangka oleh KPK," ujar Ray kepada redaksi, Jumat (1/5).


Apalagi, lanjut Ray, delik yang ditetapkan kepada meraka adalah delik yang berlaku pada masa lalu, dan bahkan berkesan ecek-ecek.

Jelas Ray, tentu karena efektifitas Kompolnas dalam melihat kasus-kasus seperti ini tak bisa diharapkan, maka satu-satunya jalan adalah Presiden Jokowi yang harus dengan tegas bersikap.

"Sebab, pemidanaan atas pimpinan KPK dan anggotanya tak dapat dilihat lagi semata penegakan hukum murni. Jika Presiden juga bersikap diam, seolah tidak tahu menahu, tentu kesemua tindakan polisi ini dengan sengaja dibiarkan oleh Presiden," sebut Ray.

Dan efeknya, KPK akan lemah atau bahkan akan mati suri justru di era presiden yang terpilih karena janjinya akan memperkuat KPK. Begitu juga pimpinan KPK layak dimintai pertanggunganjawab. Tapi faktanya penyerahan kasus BG ke Bareskrim tidak dengan sendirinya meredakan konflik KPK-polisi. Yang ada KPK seperti kehilangan wibawa, sementara Polri terus menerus memperkarakan pihak-pihak KPK.

"Kita juga pantas mempertanyakan janji Plt Ketua KPK Taufiquerachman yang menyebut akan menjembatani KPK dengan polisi," kata Ray.

Namun, dengan kejadian-kejadian seperti ini memberi bukti bahwa upaya yang digembar-gemborkan oleh Ruki dahulu justru menjadikan KPK seperti tidak berdaya, kehilangan kepercayaan dari publik dan jadinya lemah.

"Ruki jelas tidak bisa menghindar. Di tangannyalah era KPK seperti mati suri. Jika pada akhirnya upaya pemidanaan terhadap pihak-pihak KPK dan penggiat korupsi tak jua berhenti, beliau layak meletakan jabatan. Mundur dari pimpinan KPK jauh lebih terhormat," demikian Ray yang juga Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya