Menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukanlah tugas ringan. Perlu dukungan dan peran serta seluruh komponen bangsa agar visi tersebut dapat terwujud.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo dalam kata sambutannya saat menerima penghargaan "Democracy Award" dari Kantor Berita Politik RMOL. Penghargaan diberikan pada pergelaran Malam Budaya Manusia Bintang 2015 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Rabu malam (29/4).
"Membawa Indonesia menjadi poros maritim dunia merupakan tugas yang sangat berat. Tapi dengan kebersamaan kita, dukungan semua komponen termasuk teman-teman media, insyaallah ini bisa kita wujudkan," paparnya.
Memimpin kementerian baru, dikatakan Menteri Indroyono, dirinya harus memulai semuanya dari nol. Meski demikian dia tidak bisa menolak permintaan Presiden Jokowi agar pulang dari Roma, Italia untuk membantunya mengimplementasikan visi membawa Indonesia menjadi poros maritim dunia. Ketika dihubungi Presiden Jokowi, Menteri Indryono sedang bertugas sebagai pejabat tinggi di Organisasi Pangan Dunia atau Food and Agricultural Organization (FAO).
Selain Menteri Indryono, ada empat tokoh nasional lainnya yang mendapatkan Democracy Award dari Kantor Berita Politik RMOL. Mereka adalah Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.
Award diberikan setelah melakukan proses penilaian secara bertahap di ruang redaksi. Sejumlah nama kandidat dikumpulkan dan didiskusikan. Redaksi juga mengundang keterlibatan pihak lain, seperti pengamat dan politisi, untuk ikut memberikan penilaian pada nama-nama kandidat penerima penghargaan.
"Saya sangat terharu, Rakyat Merdeka Online menganugerahkan award ini kepada saya, kepada masyarakat maritim Indonesia," tukas Menteri Indroyono.
[dem]