Berita

susi pudjiastuti/net

Apakah Jokowi Masih Layak Pertahankan Menteri Susi

RABU, 29 APRIL 2015 | 07:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kabareskrim Mabes Polri Budi Waseso diminta segera memanggil dan memeriksa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti atas dugaan pencemaran nama baik, dengan menyebut Kapal MV Haifa adalah ilegal.

Permintaan ini disampaikan  Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama. Haris mengingatkan, dalam putusan Pengadilan Perikanan di Ambon, tidak ada satu poin pun yang menyebutkan kapal itu ilegal.  

"Ini jelas merugikan perusahaan. Kami meminta Budi Waseso segera periksa dan jadikan Menteri Susi sebagai tersangka atas pernyataan yang arogan penuh fitnah itu," tegas Haris dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 29/4).


Haris mengatakan sikap Menteri Susi yang mengumumkan rencana penenggelaman kapal MV Haifa sebelum adanya putusan Pengadilan menunjukkan sikap arogansi dan ketidakpahaman atas proses hukum.

"Dalam kasus MV Haifa, terlihat jelas Menteri Susi melakukan kebohongan publik dan intervensi proses hukum secara berlebihan karena motif ambisi pribadi dan pencitraan," ungkapnya.

Maka itu, pihaknya kembali meminta Presiden Joko Widodo untuk merushuffle Menteri Susi yang dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya, dan juga telah mempermalukan Indonesia di mata dunia.

"Alih-alih ingin menaikkan citra, tapi ternyata melakukan pernyataan blunder. Sok paham soal hukum, tapi pernyataan terlihat bodoh. Apakah masih layak Menteri Susi dipertahankan menjadi seorang Menteri dalam Kabinet Kerja," tandas Haris.

Selasa kemarin (28/4), untuk menyampaikan aspirasi, puluhan mahasiswa Kamerad menggelar aksi demo di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya