Berita

muhammad jazir/net

Politik

Jokowi, Presiden Tanpa Kedaulatan

RABU, 29 APRIL 2015 | 03:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Penasehat Pusat Keluarga Marhaenisme, Muhammad Jazir mengeritik keras pemerintahan Jokowi-JK.

Menurut dia, sekarang ini pemimpin negeri ini menunjukan telah kehilangan jiwa nasionalisme, tidak lagi berfikir menjaga kedaulatan bangsanya tapi justru malah menyerahkannya kepada asing.

"Freeport dan Blok Cepu menjadi jaminan utang Amerika Serikat kepada China. Presiden Jokowi malah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Freeport. Negara telah melanggar undang-undangnya sendiri dalam kasus Freeport dan Blok Cepu," kata dia saat menjadi pemateri dalam acara Pelatihan School for Nation Leader (SNL) dengan tema "Pemimpin Muda dengan Jati Diri Ke-Indonesiaan" di kawasan Wisata Djampang, Bogor.


Dia menilai pemerintahan Jokowi telah kehilangan ideologinya. Menurutnya kabinet Trisakti yang berdaulat dan ideologis, konsepnya berubah sekedar menjadi kabinet kerja.

"Menurut saya Jokowi itu hanya tukang presiden, presiden tanpa kedaulatan. Kabinet Trisakti itu seharusnya ideologis, kalau kabinet kerja itu mentalitas budak,"  kata Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM ini.

Dia juga mengkritisi keberadaan Kepala Staf Khusus Presiden. Dia menyayangkan sebab lembaga yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan itu memangkas kedaulatan presiden.

"Peran presiden dan wakil presiden saat ini telah diambil alih oleh Kepala Staf Kepresidenan, dimana peran mengevaluasi kinerja menteri telah diambil alih oleh Luhut Panjaitan, menjadikan presiden tidak punya kedaulatan," paparnya.

Lebih lanjut dia juga mengeritik fenomena dinasti politik yang saat ini kembali menguat.  Menurut dia, kondisi tersebut menjadikan Indonesia mundur ke masa feodalistik.

"Partai kembali menjadi dinasti politik, sekarang adalah para darah biru yang berkuasa di partai-partai politik, tanpa sadar kita kembali lagi pada zaman feodalisme politik," pungkasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya