Berita

andi widjajanto/net

Beredar Broadcast Massage dari Seskab Andi Widjajanto Soal Pembatalan Eksekusi Mary Jane

RABU, 29 APRIL 2015 | 02:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Terpidana mati kasus narkoba Mary Jane Veloso batal dieksekusi. Sedianya, dia diksekusi bersama delapan terpidana lainnya di Pulau Nusakambangan, Rabu (29/4) dini hari.

Terpidana asal Philipina itu batal dieksekusi lantaran ada permintaan dari Presiden Philipina Beniqno Aquino kepada Presiden Jokowi. Kesaksian Mary Jane diperlukan dalam pemeriksaan kasus penjualan manusia dimana dia menjadi korbannya.

Kepastian mengenai penundaan eksekusi telah diinformasikan Jaksa Agung HM Prasetyo. Hampir bersamaan dengan informasi dari HM Prasetyo, beredar broadcast massage dari Seskab Andi Widjojanto, yang juga berisi mengenai penundaan eksekusi tersebut.


Broadcast message disebarkan Andi kepada wartawan. Dalam pesannya dia menyampaikan bahwa penundaan eksekusi dilakukan setelah Presiden Jokowi mendengar masukan banyak pihak, bahwa terpidana mati Mary Jane adalah korban perdagangan manusia. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya kasus pelaku perdagangan Mary Jane di Philipina.

Berikut adalah broadcast message dari Andi Widjajanto;

Jokowi Dengarkan Suara Rakyat, Batalkan Hukuman Mati MJV (Mary Jane Veloso)

Akhirnya Presiden Jokowi mendengarkan suara publik yang menginginkan penundaan hukuman mati Mary Jane Veloso. Presiden Jokowi sudah mendengar m asukan banyak pihak, bahwa terpidana mati MJV adalah korban perdagangan manusia. Hal ini dibuktikan dibukanya kasus pelaku perdagangan MJV di pengadilan Filipina. Malam ini Jokowi telah memerintahkan Jaksa Agung menunda pelaksanaan hukuman mati MJV sambil menunggu proses pengadilan hukum di Filipina. Rencananya Jaksa Agung akan mengumumkan penundaan hukuman mati tersebut malam ini. Mari kita bersama-sama mengirim pesan #JokowiHelpMJV.
[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya