Berita

susilo bambang yudhoyono/net

SBY: Saya Menerima Pimpinan IMF dengan Kepala Tegak

SELASA, 28 APRIL 2015 | 10:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebenaran bagi Susilo Bambang Yudhoyono bersifat mutlak. Karena itu dia merasa harus sesegera mungkin meralat omongan Presiden Joko Widodo mengenai posisi Indonesia terhadap International Monetary Fund (IMF).

Menurut mantan Presiden RI itu, di era pemerintahannya utang luar negeri Indonesia kepada IMF sudah dilunasi empat tahun lebih awal dari jadwal. Itu sebabnya, ketika menerima pimpinan IMF, kepala SBY bisa tegak.

Keputusan SBY mempercepat pelunasan utang IMF itu didasarkan pada tiga alasan penting. Pertama, karena ekonomi Indonesia sudah tumbuh relatif tinggi, sektor riil mulai bergerak, fiskal aman dan cadangan devisa cukup kuat.


Kedua, agar Indonesia tidak lagi didikte dan minta persetujuan kepada IMF dan negara-negara donor (CGI) dalam pengelolaan ekonomi, termasuk penyusunan APBN.

Ketiga, agar rakyat Indonesia tidak lagi dipermalukan dan merasa terhina, karena kita tidak lagi menjadi pasien IMF, yang berarti juga bebas dari trauma masa lalu.

"Sejak tahun 2007, saya (dulu sebagai Presiden) menerima kunjungan 3 pemimpin IMF dengan kepala tegak. Kehormatan Indonesia telah pulih," ujar SBY.

Bahkan, di tahun 2012, pemimpin IMF meminta Indonesia menaruh dana di IMF untuk membantu negara yang mengalami krisis.

"Tangan kita berada di atas," masih katanya.

SBY juga mengatakan, jika pernyataan Presiden Jokowi tersebut tidak dia koreksi, rakyat bisa menuduh dirinya yang berbohong.

"Kebenaran bagi saya mutlak," tegas SBY.

"Saya yakin, beliau yang waktu itu sudah bersama saya di pemerintahan (Walikota Surakarta) paham tentang kebijakan dan tindakan pemerintah," demikian SBY. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya